Breaking News:

Hama Burung Pipit Serang Sawah di Kota Tasikmalaya, Produksi Padi Turun 50 Persen

"Mungkin sekitar satu minggu lagi padi dipanen, tapi lagi-lagi muncul serangan hama burung pipit," kata Amas (30)

Tribun Jabar/Firman Suryaman
Kondisi rangkaian padi yang sebagian hilang dimakan hama burung pipit di sawah Kampung Karoeng, Jalan Saptamarga, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (11/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA- Hama burung pipit menyerang sawah di Kota Tasikmalaya hingga menurunkan produksi hampir 50 persen.

Serangan burung pipit terjadi sejak masa panen lima bulan lalu di antaranya melanda lima hektare sawah di Kampung Karoeng, Jalan Saptamarga, Kecamatan Tawang.

Saat ini usia padi di sekitar TMP Karoeng itu sudah hampir dipanen. Diperkirakan produksi akan kembali turun akibat serangan hama burung.

"Mungkin sekitar satu minggu lagi padi dipanen, tapi lagi-lagi muncul serangan hama burung pipit," kata Amas (30), petani, saat ditemui Rabu (10/11/2021) siang.

Amas mengatakan, luas sawah di Kamoung Karoeng mencapai lima hektare. Selama ini ditanami padi jenis mawar dan pandan wangi.

Baca juga: Hasil Panen Padi Petani Program Makmur di Ciasem Subang Meningkat Hingga 40 Persen

"Pada musim panen kemarin terjadi penurunan produksi hampir 50 persen akibat hama burung pipit," ujar Amas.

Ia mengungkapkan, dari 100 bata sawah yang dikelolanya biasanya bisa menghasilkan 1,1 ton gabah.

"Pada panen kemarin turun jadi 600 kuintal. Tidak hanya serangan burung, tapi juga tikus dan keong mas. Yang dominan memang burung," kata Amas.

Beragam upaya dilakukan untuk menghalau burung. Karena terkendala waktu, akhirnya sawah lebih sering diserang hama burung pipit.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved