Breaking News:

Golok Barlen Raksasa Buatan Warga Tanjungsiang Subang Itu Kini Jadi Koleksi Museum Wisma Karya

Namanya golok barlen, senjata tajam yang juga warisan turun temurun di Subang. Sering digunakan pejuang kemerdekaan di Subang saat melawan penjajah. 

Tribun Jabar / Dwiky Maulana
Golok Barlen terbesar di dunia asal Kabupaten Subang saat akan dipindahkan ke Museum Wisma Karya Subang, Rabu (10/11/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati.

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Namanya golok barlen, senjata tajam yang juga warisan turun temurun di Subang. Sering digunakan pejuang kemerdekaan di Subang saat melawan penjajah. 

Taufik Hidayat selaku kreator golok barlen menjelaskan, golok barlen merupakan benda peninggalan berserjarah dari pahlawan yang berada di Kabupaten Subang.

"Golok barlen ini merupakan warisan turun temurun lebih dari ratusan tahun, golok yang kecil digunakan buat berperang, bertani maupun digunakan buat berkebun," ucap Taufik di Subang, Rabu (10/11/2021).

Para pecinta golok barlen di Desa Cibeureum Tanjungsiang Subang bahkan berinisiatif membuat golok barlen berukuran terpanjang serta terbesar didunia. Panjang dari golok barlen yang dibuat oleh komunitas golok barlen mencapai 13 meter.

Dengan panjang tersebut, membuat golok khas dari Kabupaten Subang menjadi golok terpanjang serta terbesar didunia.

Baca juga: Kisah Pilu Pejuang Indonesia di Balik Tugu Peluru Purwakarta di Kaki Gunung Burangrang

"Golok tersebut kami buat secara gotong royong selama lima hari lima malam itu di Kampung Cibeureum, Tanjungsiang, bahannya itu sudah ratusan tahun pada jaman Belanda kurang lebih tapi dirakitnya kemarin pada tahun 2017," katanya.

Golok barlen yang total panjangnya 13 meter dibuat lima hari dan lima malam tersebut dibuat oleh ratusan orang dengan masih memakai bahan besi pada jaman Belanda.

Golok sepanjang 13 meter tersebut, kata Taufik, resmi dijadikan golok terbesar didunia disaat bertepatan dengan hari pariwisata dunia yang jatuh pada tanggal 27 September 2017 lalu.

"Kalo bahannya mungkin sudah ratusan tahun bekas jembatan jaman belanda mungkin itu dan dirakitnya kemarin 2017 pas hari pariwisata dunia," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved