Kenali Gejala dan Faktor Risiko Long Covid-19

Walaupun swab PCR telah menunjukkan hasil negatif, para penyintas masih berpeluang mengalami sindrom paska covid-19 atau dikenal dengan long covid-19

Penulis: Cipta Permana | Editor: bisnistribunjabar
dok. rs. santosa hospital kopo
Mayor Kes dr. Rohmat Andriyadi, SpP. Dokter Spesialis Paru 

BANDUNG, TRIBUN - Berhasil sembuh dari covid-19 merupakan keberhasilan yang patut disyukuri oleh setiap penyintas. Namun, ternyata, meskipun pada pemeriksaan tes swab PCR covid-19 telah menunjukkan hasil negatif, para penyintas masih berpeluang mengalami sindrom paska covid-19 atau dikenal dengan istilah long covid-19.

Dokter Spesialis Paru RS. Santosa Kopo Bandung, Mayor Kes dr. Rohmat Andriyadi, SpP. menjelaskan bahwa, long covid-19 atau sindrom paska covid-19 bukan merupakan sesuatu hal yang baru terjadi saat ini, dimana fenomena tersebut, sudah mulai terdeteksi dan diteliti sejak pertengahan tahun 2020 lalu.

Mayor Kes dr. Rohmat Andriyadi, SpP.  Dokter Spesialis Paru
Mayor Kes dr. Rohmat Andriyadi, SpP. Dokter Spesialis Paru (dok. rs. santosa hospital)

Bahkan, WHO pada Bulan September 2020 lalu mengatakan bahwa dari survei yang dilakukan terhadap 35 persen yang sudah dinyatakan sembuh dari covid-19, mengaku, tidak kembali ke kondisi fisik optimalnya. Selain itu, dari kelompok usia 18-24 tahun, dengan kondisi tidak memiliki komorbid, 1 dari 5 pasien, mengalami long covid-19.

"Ada dua kategori pasien yang mengalami kondisi long covid-19, pertama kategori akut, dimana kondisi ini menetap selama 4-12 minggu sejak awitan Covid-19. Kemudian kategori kronik, dimana kondisi ini menetap selama 12 minggu atau lebih sejak awitan Covid-19," ujarnya saat ditemui di RS. Santosa Kopo, Bandung, Senin (8/11/2021).

Mayor Kes dr. Rohmat Andriyadi, SpP. menuturkan, tanda atau gejala yang dikeluhkan oleh pasien long covid-19, diantaranya mudah lelah, batuk disertai sesak nafas dan nyeri dada, anosmia atau hilangnya indera penciuman, nyeri kepala, nyeri sendi, nyeri abdomen dan nyeri dada, diare, mual, insomina atau sulit tidur, depresi, dan gangguan kesehatan mental lainnya, sehingga dapat menurunkan kualitas hidup dan produktivitas.

Ia pun mengatakan, faktor resiko long covid-19 selain usia lebih dari 50 tahun, namun juga perempuan lebih beresiko dibandingkan laki-laki. Risiko dapat meningkat, jika adanya lebih dari lima gejala selama infeksi akut covid-19, terutama gejala kelelahan, nyeri kepala, sesak nafas, suara serak, dan nyeri otot atau sendi, termasuk jika memiliki lebih dari dua jenis komorbid. Bila kondisi tersebut berlanjut, maka dibutuhkan perawatan di rumah sakit.

"Long covid-19 syndrom dapat dialami oleh semua penyintas terutama jika saat terkena covid-19 dengan klinis berat. Merokok juga merupakan kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi covid-19. Pada perokok, sel-sel saluran napas dan paru menjadi lemah dibandingkan dengan yang bukan perokok, sehingga recovery pasien perokok lebih lambat dibandingkan yang tidak merokok," ucapnya.

Mayor Kes dr. Rohmat Andriyadi, SpP. menambah, gejala sisa paska covid-19 dapat sembuh sendiri jika status kategori ringan. Namun jika keluhan tidak lekas membaik, dapat dilakukan pengobatan baik dengan obat-obatan maupun fisioterapi.

"Pendekatan diagnosis dan manajemen sindrom pernafasan pasca covid-19 juga dapat dilakukan melalui sejumlah rangkaian terapi, seperti rehabilitasi paru, terapi oksigen, psikoterapi, nutrisi, tatalaksana komorbid, dan komplikasi," ujarnya.

Sebagai upaya mengatasi kondisi tersebut, dapat juga dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti melakukan diit dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi kalori dan tinggi protein, mengurangi konsumsi junk food, olahraga secara bertahap sesuai kemampuan dan teratur, cukup istirahat, dan berusaha mengembalikan pola tidur yang normal.

"Jika keluhan belum berkurang dapat berkonsultasi ke dokter. Pembaca Tribun juga dapat berkonsultasi dengan saya melalui akun Instagram, yaitu 62drrohmatspp," katanya 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved