Breaking News:

Dinas ESDM Periksa Sumur Bercampur Solar di Jatinangor Sumedang, Diduga Kuat Pencemaran

Kandungan solar pada air sumur milik warga di Jatinangor Sumedang diduga kuat adalah pencemaran.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Petugas dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah V wilayah Sumedang tengah mengambil sample air bercampur solar. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kandungan solar pada air sumur milik warga di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, diduga kuat adalah pencemaran.

Evo Riskanda, Analis Potensi Sumber Air Tanah pada Kantor Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Wilayah V Sumedang mengatakan hal tersebut.

Sumur milik Dadang (50) tersebut berada di Dusun Baturumpil, Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Baca juga: Solar Terus Keluar dari Sumur Milik Warga di Jatinangor, Belasan Sumur Lain Tidak Terkontaminasi

"Kami lihat ada pencemaran solar, namun kami belum tahu dari mana solar ini berasal," kata Evo seusai melakukan pengecekan ke lokasi sumur tersebut.

Evo yakin betul bahwa di kawasan itu tidak mungkin muncul solar jika bukan rembesan dari tempat lain.

Namun, yang menjadi tanda tanya, daerah tersebut bukan jalur pipa minyak bumi. Evo mengatakan hal itu sesuai dengan informasi dari Kepala Desa Cisempur.

"Dari sekian banyak sumur, hanya satu sumur saja yang tercemar, milik Pak Dadang oleh solar," kata Evo.

Sebab lainnya bahwa kandungan solar pada air sumur tersebut adalah pencemaran karena menurut peta potensi minyak yang dimiliki Dinas ESDM, tidak ada potensi minyak di Cisempur.

"Enggak ada potensi solar juga. Di sini tidak ada potensi minyak bumi. Kami duga ini pencemaran," katanya.

Baca juga: Fenomena Solar di Sumur Milik Warga di Jatinangor, KCD ESDM Sumedang: Ini Pertama Kali Terjadi

Evo mengatakan, tim membawa sampel air sumur itu ke labolatorium.

Dan terkait penelusuran di mana sumber solar yang diduga bocor dan merembes itu, Evo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian setempat.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved