Breaking News:

Pesan Penting Prokes dalam Pertunjukan Wayang Orang yang Dimodifikasi lebih Modern

KNPI Jabar dengan Pemprov Jabar gunakan wayang orang yang dimodifikasi jadi modern baik dari artistik, penggunaan alat musik hingga jalan cerita.

Editor: Mega Nugraha
Istimewa
Pertunjukan wayang orang yang digelar KNPI Jabar bersama Disparbud Jabar pada Minggu (7/11/2021). 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- KNPI Jabar dengan Pemprov Jabar gunakan wayang orang yang dimodifikasi jadi modern baik dari artistik, penggunaan alat musik hingga jalan cerita.

Wayang orang sendiri jadi pertunjukan seni tradisional yang faktanya mulai dilupakan. Namun, dengan modifikasi lebih modern, wayang orang yang digelar KNPI Jabar dengan Pemprov Jabar jadi lebih menarik.

Jika wayang biasa menggunakan alat musik tradisional seperti gamelan, pagelaran media baru wayang kontemporer ini menggunakan perangkat musik modern.

Cerita yang diangkat pun bukan kisah Ramayana, melainkan pentingnya menjaga protokol kesehatan di saat pandemi virus korona yang hingga saat ini belum berakhir.

Baca juga: BREAKING NEWS, Pabrik di Dayehkolot Dekat PT Ceres Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Ketua KNPI Jabar Ridwansyah Yusuf Achmad mengatakan, melestarikan budaya leluhur merupakan keharusan bagi setiap generasi.

"Apalagi di era sekarang, ekonomi kreatif yang salah satunya melalui budaya, menjadi kekuatan baru untuk menciptakan daya saing manusia," katanya saat menghadiri pagelaran tersebut, Minggu (7/11) malam.
Kata dia, pelestarian budaya yang berangkat dari historis yang panjang dan masih tradisional, harus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman.

"Agar punya nilai ekonomi yang baik. Kita kurangi kompetisi, perbanyak kolaborasi. Untuk melestarikan budaya perlu terobosan seperti ini. Dengan ide memodernkan, mengkontemporerkan seni tradisi sehingga bisa mendapat simpati anak muda," katanya.

Kepala Disparbud Jabar Dedi Taufik mengapresiasi inovasi ini. Selain untuk menjaga warisan budaya, cara seperti ini diyakini menjadi kontributor dalam pertumbuhan ekonomi yang saat ini terpuruk akibat pandemi.

"Atraksi budaya ini penting dikemas untuk pertumbuhan ekonomi. Jadi agen of change, mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang dikemas melalui suatu tradisi," katanya di tempat yang sama.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved