Breaking News:

Jual Obat-obatan Terlarang, FA Kena Ciduk Tim Sancang Polres Garut, 20 Pelanggan Juga Diamankan

Satuan Reserse Narkoba Polres Garut mengamankan satu tersangka berinisial FA (28) karena menjual obat-obatan farmasi tanpa izin.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Giri
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Polisi menunjukkan barang bukti dalam konferensi pers yang berlangsung di Mapolres Garut, Senin (8/11/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Satuan Reserse Narkoba Polres Garut mengamankan satu tersangka berinisial FA (28) karena menjual obat-obatan farmasi tanpa izin.

FA ditangkap di kediamannya saat sedang melakukan transaksi kepada puluhan pembeli di kawasan Kecamatan Blubur Limbangan.

"Kami dan tim Sancang melakukan penggerebekan pada hari Minggu kemarin. Saat itu juga diamankan 20 orang yang sedang melakukan transaksi," ujar Kasat Narkoba Polres Garut, AKP Maolana, saat melakukan jumpa pers di halaman Polres Garut, Senin (8/11/2021) sore.

Ia menjelaskan pihaknya telah mendapatkan informasi bahwa FA merupakan penjual obat-obatan terlarang beserta minuman keras yang meresahkan warga.

Dari informasi tersebut pihaknya bekerja sama dengan tim Sancang untuk melakukan penggerebekan.

"FA menjual ratusan butir obat jenis hexymer, trihexyphenidyl, dan 15 paket kecil yang diduga jenis tembakau ganja sintetis dan puluhan botol minuman beralkohol jenis Ciu," ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan, FA diketahui sebagai pemodal sekaligus pengedar yang sudah menjadi pengedar sejak empat bulan yang lalu.

Pihaknya juga mengamankan dua terduga pelaku yang merupakan pengedar yang diberi modal oleh FA.

"Dua terduga pelaku berinisial AN dan PR, sudah kami amankan setelah FA. Kini sedang dalam pemeriksaan," ucapnya.

Maolana menjelaskan, pihaknya akan bekerja sama dengan BNNK Garut untuk proses rehabilitasi terhadap 20 orang yang diketahui sebagai pengguna yang juga ikut diamankan saat penggerebekan.

Pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara dikenakan pasal 196, 198 UU nomor 36 tahun 2009 jo pasal 83 UU RI Nomor 36 Tahun 2014 
tentang Kesehatan dan Tenaga Kesehatan dengan ancaman maksimal 15 tahun. 

Dan kepemilikan narkotika yang diduga jenis tembakau sintetis dikenakan pasal  112 jo pasal 114 ayat (1) dan (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved