Breaking News:

Banjir Bandang di Garut

Banjir Bandang Garut, Seribuan Warga Masih Terisolasi, Anggota DPRD: Tetapkan Status Tanggap Darurat

Petani di Kampung Pelag bingung saat harus membawa hasil panen karena jalan yang terputus.

Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/ Sidqi Al Ghifari
Nenden Mulyani warga Kampung Cilegong, Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang rumahnya hancur akibat banjir bandang. 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Ratusan keluarga masih terisolasi pascabanjir bandang yang menerjang Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Sabtu (6/11/2021) sore.

DPRD mendesak Bupati Garut, Rudy Gunawan, cepat bereaksi dengan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir bandang.

"Ini sangat penting, apalagi ada 335 keluarga, atau sekitar seribu lebih jiwa di Kampung Pelag, Desa Sukalilah, yang masih terisolasi. Jembatan putus dan akses menuju kampung tersebut lumpuh," ujar anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan, kepada Tribun saat dihubungi melalui telepon, Minggu (7/11/2021).

Yudha mengatakan jika status tanggap darurat diberlakukan, maka biaya tidak terduga (BTT) bisa dipakai.

Saat ini, menurut Yudha, masih ada anggaran BTT di kas daerah tahun anggaran 2021 yang tersisa sebanyak Rp 6 miliar.

"Segera pulihkan kondisi saudara-saudara kita yang saat ini terdampak musibah banjir bandang ini," ucapnya.

"Akses ke Kampung Pelag yang terisolasi harus segera diperhatikan. Itu yang paling urgen untuk saat ini. Ribuan jiwa di sana saat ini tidak bisa ke mana-mana," ujar politikus yang hobi blusukan itu.

Kebingungan

Warga Kampung Pelag, Asep Sarif Hidayat (41), mengatakan warga Kampung Pelag didominasi oleh petani. Setiap hari mereka biasanya mengirimkan puluhan ton hasil bumi berupa sayuran dan buah-buahan.

Tapi, karena satu-satunya akses keluar-masuk kampung, yakni jembatan Pelag terputus, semua hasil tani itu tertahan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved