Breaking News:

Pohon Besar Tumbang di Jalur Cibeber, Arus Kendaraan ke Selatan Cianjur Sempat Terganggu

Pohon besar tumbang di Kampung Cibodas, Desa Selagedang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Minggu (7/11/2021)

Pohon Besar Tumbang di Jalur Cibeber, Arus Kendaraan ke Selatan Cianjur Sempat Terganggu
istimewa/ BPBD Kabupaten Cianjur
Pohon besar tumbang di Kampung Cibodas, Desa Selagedang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Minggu (7/11/2021) di jalur Cianjur selatan.

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sebuah pohon tumbang di Kampung Cibodas, Desa Selagedang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Minggu (7/11/2021) di jalur Cianjur selatan.

Tidak ada korban dalam peristiwa pohon tumbang yang cukup besar dan melintang di jalan ini.

Namun kendaraan dari kedua arah mengalami kemacetan sejak petang hingga malam hari karena proses evakuasi pohon masih dilakukan.

Baca juga: Driver Ojol Meninggal Tertimpa Pohon Tumbang, Distarukim Purwakarta Sisir Pohon Tua di Pinggir Jalan

"Iya betul kang, pohon tumbang membuat jalur ke selatan terhambat sejak sore hingga malam, tim kami masih di lapangan," ujar Sekretaris BPBD Cianjur Rudi Labis melalui sambungan telepon malam ini.

Rudi mengatakan, menjelang malam pohon berhasil dievakuasi dan jalur Selagedang kembali normal.

Ia mengatakan, masyarakat Kabupaten Cianjur harus lebih bersahabat dengan alam, pasalnya wilayah Cianjur berada di urutan teratas untuk indeks risiko bencana di Jawa Barat, bahkan menjadi peringkat keempat di Indonesia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Cianjur Taufik Zuhrizal mengatakan, Cianjur merupakan etalase bencana berbagai jenis bencana hidrometeorologi.

“Mulai dari banjir, puting beliung, longsor, cuaca ekstrem, termasuk tsunami, karena kita punya garis pantai yang cukup panjang sejauh 75 kilometer," katanya.

Sehingga menjadi sebuah keharusan masyarakat agar terbiasa hidup berdampingan dengan bencana.

“Istilah kata living harmony with disaster, berupa harmonisasi dengan alam dan potensi bencana,“ ujarnya

Taufik menjelaskan, Jika warga sudah melakukan aktivitas alih fungsi lahan seenaknya berarti sudah bermain dengan resiko bencana.

Baca juga: Sopir Sedang Cari Cuan, Angkot Miliknya di Sukabumi Tertimpa Pohon Tumbang

"Iplementasi dari makna harmonisasi adalah ramah terhadap alam, tidak membuang sampah sembarangan, tidak tebang pohon seenaknya, apalagi merubah fungsi lahan yang ada," katanya.

Taufik menjelaskan, BPBD Cianjur secara masif dan berkesinambungan mengedukasi masyarakat perihal mitigasi bencana dalam rangka meningkatkan kapasitas terhadap pemahaman kebencanaan.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved