Banjir Bandang di Garut Sebabkan Ribuan Warga Kampung Pelag Terisolir
Warga Kampung Pelag, Asep Sarif Hidayat (41) mengatakan ada ribuan warga yang saat ini terisolir karena tidak ada akses lain menuju daerah lain.
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Satu kampung terisolir akibat banjir bandang di Garut yang terjadi di Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Sabtu (6/11/2021) sore.
Satu-satunya akses ke kampung tersebut yakni Kampung Pelag yakni Jembatan Pelag terputus.
Warga Kampung Pelag, Asep Sarif Hidayat (41) mengatakan ada ribuan warga yang saat ini terisolir karena tidak ada akses lain menuju daerah lain.
"Data dari desa ada 335 Kepala Keluarga yang terisolir, ribuan jiwa ada di kampung kami, termasuk hasil tani yang siap dikirim ke luar daerah tertahan," ujarnya saat diwawancarai Tribun Jabar, Minggu (7/11/2021).
Asep menjelaskan banjir bandang di kampungnya terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sukaresmi selama satu jam.
Sehingga menyebabkan air dari hulu sungai Cikeruh meluap.
Menurut Asep, warga meminta jalan sementara untuk masyarakat bisa beraktifitas dan menjalankan roda ekonominya.
"Kami kebingungan saat ini, mungkin beberapa hari ke depan akan bisa bertahan, tapi setelahnya kami baru akan merasakan dampaknya," ungkap Asep.
Pantauan Tribun Jabar di lokasi saat ini warga sekitar tengah membersihkan sisa-sisa banjir bandang yang juga menghancurkan dua rumah.(sidqi al ghifari/tribunjabar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/jembatan-pelag-banjir-bandang.jpg)