Breaking News:

Anggota DPRD Minta Banjir Bandang di Garut Jadi Tanggap Darurat, Demi Ribuan Warga yang Terisolir

Status tanggap darurat penting lantaran kondisi banjir bandang di Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi, Garut itu berdampak sangat besar terhadap warga

Tribun Jabar / Sidqi Al Ghifari
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan meminta bupati Garut segera menetapkan status tanggap darurat bencana banjir bandang di Garut. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan meminta Bupati Garut segera menetapkan status tanggap darurat bencana banjir bandang di Garut.

Menurutnya status tanggap darurat penting lantaran kondisi banjir bandang di Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi, Garut itu berdampak sangat besar terhadap warga sekitar.

"Apalagi ada 335 keluarga dan seribu lebih jiwa yang saat ini terisolir, jembatan putus, akses menuju kampung tersebut lumpuh," ujarnya saat diwawancarai Tribunjabar.id via telepon, Minggu (7/11/2021).

Baca juga: 15 Rumah di Desa Tertinggi, Paling Ujung Selatan Kabupaten Bandung Itu Diterjang Banjir Bandang

Yudha mengatakan jika status tanggap darurat diberlakukan maka Biaya Tidak Terduga (BTT) bisa dipakai.

Saat ini menurutnya anggaran BTT di kas daerah tahun anggaran 2021 tersisa sebanyak Rp. 6 Miliar rupiah.

"Jadi bupati harus segera menetapkan tanggap darurat, agar BTT bisa dipakai, agar segera dipulihkan kondisi di saudara-saudara kita yang saat ini terdampak musibah banjir bandang," ucapnya.

Yudha menjelaskan dalam pantauannya di lokasi bencana banjir bandang di Desa Sukaresmi Garut, menurutnya akses satu-satunya menuju kampung terisolir saat ini lumpuh total.

Sehingga dirinya mendesak pemerintah untuk segera melakukan langkah-langkah cepat dalam penanggulangan bencana.

Sehingga mereka yang terisolir dapat segera beraktifitas kembali menjalankan roda ekonomi.

Baca juga: Cerita Nenden Selamat dari Banjir Bandang di Garut, Lari saat Air Sepinggang, Kini Rumahnya Hancur

"Akses ke Kampung Pelag yang terisolir harus segera diperhatikan, karena itu yang paling urgent untuk saat ini, ribuan jiwa saat ini tidak bisa kemana-mana," ucap politikus PDIP yang hobi blusukan itu.

Warga yang saat ini terisolir di Kampung Pelag didominasi oleh petani, mereka setiap harinya biasa mengirimkan puluhan ton hasil bumi berupa sayuran dan buah-buahan.

Pantauan Tribun Jabar di lokasi bencana, saat ini BPBD dan Disdamkar telah melakukan pembersihan di rumah-rumah warga yang terdampak banjir bandang.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved