Breaking News:

Musim Hujan, Sejumlah Tempat Wisata di Garut Rawan Bencana, Disparbud Pilih untuk Tidak Ditutup

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut belum berencana menutup objek wisata yang ada di lokasi rawan bencana.

Tribun Jabar/ Sidqi Al Ghifari
Gunung Papandayan 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Memasuki musim hujan dengan ancaman potensi bencana, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut belum berencana menutup objek wisata yang ada di lokasi rawan bencana.

Kepala Dinas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Garut, Budi Gan Gan, mengatakan, pihaknya memilih tidak menutup objek wisata yang berada di wilayah potensi bencana karena berbagai pertimbangan, salah satunya pertimbangan ekonomi masyarakat.

"Penutupan di kawasan objek wisata rawan bencana tidak kami lakukan, pertimbangannya karena ekonomi pelaku usaha di wilayah objek wisata tersebut baru saja bangkit, kasihan mereka kalo sekarang ditutup," ujarnya saat diwawancarai Tribunjabar.id, Sabtu (6/11/2021) di Hotel Harmoni.

Baca juga: Cegah Gelombang Ketiga Covid-19 di Masa Liburan Natal dan Tahun Baru, Pemkab Garut Akan Lakukan Ini

Menurutnya, meski pun tidak dilakukan penutupan, namun pihaknya telah melakukan edukasi berupa pelatihan kepada pengelola wisata mau pun pelaku wisata terkait mitigasi bencana.

Pihaknya juga sudah memetakan beberapa daerah objek wisata di yang rawan bencana.

"Di Garut itu sendiri hampir lokasi-lokasi wisata ada di daerah rawan bencana seperti
gunung berapi, misalnya papandayan, juga desa-desa wisata yang dibangun saat ini berada di daerah-daerah dataran tinggi dan itu sangat punya potensi bencana," ucapnya.

Budi menjelaskan, informasi tentang bencana harus benar-benar tersampaikan dengan utuh sehingga masyarakat tidak takut untuk berlibur.

Menurutnya jika salah satu objek wisata di suatu daerah terkena bencana, bukan berarti seluruh daerah tersebut terkena dampaknya.

"Kita harus mengelola dan memanage informasi yang berkembang, sehingga masyarakat tidak enggan berlibur ke Garut karena ada bencana," ucapnya.

Baca juga: Ironi Wisata Sukabumi, Pengunjung Banyak, Sampah jadi Pemandangan di Pantai

Ia mengingat peristiwa beberapa tahun yang lalu tentang adanya isu Tsunami setinggi 20 meter yang akan menerjang pantai selatan, informasi tersebut membuat seluruh wisata di pantai selatan Garut sepi tanpa pengunjung.

Krisis informasi tersebut menurutnya harus dikelola dengan baik sehingga mampu sampai ke masyarakat secara utuh.

"Dari pengalaman isu Tsunami saat itu, maka apabila ada informasi-informasi, kita bukan bolehkan orang untuk datang, tapi memastikan bagaimana mereka bisa berwisata tapi aman," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved