Jerinx SID Dipilih Jadi Duta Anti Narkoba oleh BNN Bali, Dinilai Punya Terobosan

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP Wayan Sudirta menyambut baik dipilihnya musisi Jerinx SID atau I Gede Aryastina sebagai duta anti narkoba

Editor: Ravianto
Musisi Jerinx (tengah) saat tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (13/8/2021), untuk memenuhi panggilan pemeriksaan dalam kasus dugaan pengancaman. (KOMPAS.com/ADY PRAWIRA RIANDI) 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP Wayan Sudirta menyambut baik dipilihnya musisi Jerinx SID atau I Gede Aryastina sebagai duta anti narkoba oleh BNN.

Harapannya kata dia, Jerinx secara aktif mensosialisasikan bahaya narkoba dan pentingnya menjauhi Narkoba. 

"Serta menjauhi pergaulan yang terindikasi  sebagai 'sarang' narkoba yang patut dilawan oleh masyarakat, maupun BNN dan pemerintah," kata Wayan, Jumat, (5/11/2021).

Meskipun demikian, BNN, kata dia, tetap perlu secara signifikan mencegah peredaran, melakukan edukasi dan menegakkan hukum  secara  tegas. Selain itu membuat indikator  yang terukur agar biaya besar dari negara  untuk pencegahan dan pemberantasan narkoba tidak sia-sia. 

Indikator menurutnya menjadi sangat penting  agar jangan sampai dipilihnya tokoh tertentu  sebagai duta narkoba tidak linier dan tidak  berdampak untuk pencegahan narkoba. 

"Kita harap dengan bertambah nya anggaran  negara untuk penanganan narkoba kemudian  ada tokoh-tokoh masyarakat dipilih sebagai duta anti narkoba, maka jumlah penyalahgunaan dan terpidana narkoba menjadi semakin sedikit. Masyarakat minta agar korban narkoba menurun, terpidana narkoba di LP juga secara signifikan menurun sampai nanti benar benar bebas dari narkoba," katanya.

Menurut dia, secara filosofis, tujuan negara kita  adalah untuk memberantas peredaran dan  penyalahgunaan narkoba. Untuk itu keselamatan seluruh warga negara khususnya generasi muda sebagai penerus  bangsa harus menjadi acuan utama. 

Sementara itu, secara sosiologis, label generasi  milenial yang disematkan kepada  anak muda saat ini merupakan bentuk  perubahan dan kemajuan jaman dan teknologi. 

Cara bersosialisasi mereka saat ini juga  cenderung lebih bebas dan mandiri. Selain itu cara pandang dan cara hidup generasi milenial lebih suka melihat sosok idola atau panutan yang memang dapat mengerti dan memahami  kehidupan mereka.  

Wayan mengatakan, generasi saat ini, tidak menyukai cara-cara formal yang mereka nilai sangat kaku.  

"Untuk itu  pengangkatan Jerinx sebagai Duta Antinarkoba Provinsi Bali menurut saya  merupakan keputusan yang baik. BNN Bali dapat dikatakan telah membuka diri dan pandangannya bahwa diperlukan terobosan untuk mengubah cara-cara kampanye anti narkoba sebelumnya yang  cenderung  lebih  kaku dan bersifat formal," tuturnya.

Wayan mengatakan Jerink sebagai publik figur  dinilai memiliki potensi yang cukup kuat untuk  mensukseskan progam kampaye antinarkoba di  Bali.

Apalagi dari data yang ada, Bali memiliki 15  ribu  prevalensi penyalahgunaan narkoba, 70 persen dari mereka adalah yang  masih berusia produktif yang berkisar antara 15  –  35 tahun. 

"Hal serupa juga sebelumnya telah lama  dilakukan oleh BNN dimana Slank pada tahun  2014, sebagai salah satu grup band terkenal  dan memiliki banyak penggemar dinobatkan  menjadi duta antinarkoba oleh BNN," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved