Breaking News:

Buntut Temuan Pelajar Terpapar Covid-19, DPRD Kota Cirebon Minta Tes Acak Digelar Rutin

DPRD Kota Cirebon meminta tes acak terhadap para pelajar yang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas digelar secara rutin.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Giri
Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi
Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty, minta Pemkot Cirebon lakukan tes acak secara rutin 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - DPRD Kota Cirebon meminta tes acak terhadap para pelajar yang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas digelar secara rutin.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty, mengatakan, hal itu sebagai tindak lanjut ditemukannya sembilan pelajar yang terpapar Covid-19.

Karenanya, pihaknya meminta Pemkot Cirebon memperhatikan pentingnya tes acak secara rutin untuk mengantisipasi munculnya klaster baru di sekolah.

"Jadi, tes acak ini tidak hanya sekali, tapi rutin, misalnya setiap satu bulan sekali," ujar Tresnawaty saat ditemui di DPRD Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (5/11/2021).

Ia mengatakan, hasil random sampling secara periodik itu dapat dijadikan pertimbangan bagi Pemkot Cirebon dalam menetapkan aturan PTM terbatas.

Terutama dalam hal kapasitas di setiap kelasnya, apakah ditambah, dikurangi, atau bahkan disetop dahulu untuk sementara waktu.

Namun, secara khusus dia meminta agar pelaksanaan PTM terbatas di Kota Cirebon tetap berjalan meski ditemukan sejumlah pelajar terpapar Covid-19.

"Pertimbangannya saat ini vaksinasi di Kota Cirebon telah mencapai lebih dari 75 persen yang menandakan sudah merata ke semua lini," kata Tresnawaty.

Tresnawaty juga meminta temuan tersebut menjadi perhatian serius bagi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon dalam evaluasi PTM terbatas.

Bahkan, disdik diminta tidak segan-segan menegur sekolah yang tidak menerapkan protokol kesehatan ketat selama PTM terbatas berlangsung.

Selain itu, ia menilai masih banyak pelajar yang lalai mematuhi protokol kesehatan saat di luar sekolah menjadi peringatan keras bagi semua pihak.

"Sekolah wajib memantau prokes para pelajar tidak hanya di dalam, namun di luar lingkungan sekolah juga. Kalau perlu bagi yang melanggar diberi peringatan," ujar Tresnawaty. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved