Breaking News:

Warga Bertahan di Pengungsian Meski Air Surut, Khawatir Banjir di Kabupaten Bandung Datang Kembali

Korban banjir yang mengungsi di Baleendah dan Dayeuhkolot, masih tetap di pengungsian.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Siti Fatimah
Suasana di Selter Pengungsian Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis (4/11/2021) 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Banjir di Kabupaten Bandung, Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang, Kamis (4/11/2021) siang, sudah surut. Walau demikian korban banjir yang mengungsi di Baleendah dan Dayeuhkolot, masih tetap di pengungsian.

Personel BPBD, Taryana, mengatakan, pengungsi masih bertahan di pengungsian karena rumahnya masih lembab setelah terendam banjir.

"Selain itu khawatir terjadi lagi banjir, kalau pulang ke rumah, lalu tiba-tiba banjir, nanti mereka terjebak di sana," ujar Taryana, saat ditemui di, tempat pengungsian Gedung BPBD, Baleendah, Kabupaten Bandung.

Baca juga: Rumahnya Sebelah Aliran Sungai di Bandung, Sunarya Tak Nyenyak Tidur, Dihantui Banjir dan Longsor

Kini di tiga Kecamatan yang kemarin banjir kata Taryana, hanya rumah yang tepat pinggir Sungai Cisangkuy di Baleendah yang masih ada genangan sekitar 10-20 centimeter.

"Semua sudah surut, hanya meninggalkan sisa lumpur saja, sebagian sudah dibersihkan," kata Taryana.

Baleendah kembali diterjang banjir
Baleendah kembali diterjang banjir ()

Para pengungsi, kata Taryana, mulai mengungsi ke kebanyakan Selasa Malam, kinI melihat kondisi terlebih dahulu, jika memungkinkan besok lusa baru pulang.

Baca juga: Warga Kampung Bojongasih Dayeuhkolot Bersihkan Rumah Setelah Tiga Hari Direndam Banjir, Dibantu TNI

"Kini yang mengungsi di Gedung BPBD Baleendah, 12 KK yakni 16 jiwa, sedangkan yang mengungsi di Selter Dayeuhkolot, 15 KK sebanyak 44 jiwa," tuturnya.

Banjir di Baleendah Kabupaten Bandung Selasa (2/11/2021)
Banjir di Baleendah Kabupaten Bandung Selasa (2/11/2021) ()

Memang kata Taryana, kini lebih banyak pengungsi di Dayeuhkolot karena di Baleendah, sudah ada kolam retensi dan Sondetan Sungai Cisangkuy.

"Selain itu ada juga Terowongan Nanjung, Curug Jompong, itu berpengaruh. Dengan adanya itu, juga air yang menggenang lebih cepat surut," ucapnya

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved