UKM Bandung Kembali Menggeliat, OTTO Pharmaceutical Industries Siapkan Perlindungan Sosial

Erni Purnamawati mengatakan perlindungan sosial ini berupa Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian selama 3 (tiga) bulan

DOK. Humas BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci/Robby Fransisca
Pedagang batagor menyiapkan dagangan untuk pelanggan di kawasan Suci, Bandung, Kamis (4/11) 

TRIBUNJABAR.ID BANDUNG – OTTO Pharmaceutical Industris mengucurkan corporate sosial responsibility (CSR) dalam bentuk perlindungan Jaminan Sosial kepada ratusan pedagang kaki lima binaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

CSR tersebut disalurkan dalam bentuk perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan terhadap 200 orang pedagang kaki lima di Kota Bandung melalui program GN Lingkaran BPJAMSOSTEK. Ini merupakan wujud kepedulian OTTO Pharmaceutical Industris dalam mendukung UKM Kota Bandung yang kembali menggeliat dalam rangka memulihkan perekonomian Bandung melalui perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandung Suci, Erni Purnamawati mengatakan perlindungan sosial ini berupa Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian selama 3 (tiga) bulan, terhitung mulai November 2021 sampai Januari 2022.

Manfaat yang akan dirasakan oleh pedagang kaki lima dan pendaming PKL adalah biaya transportasi jika mereka mengalami kecelakaan kerja, di mana penggantian biaya transportasi darat adalah sebesar maksimal Rp5 juta, transportasi laut Rp2 juta, dan transportasi udara Rp10 juta.

“Selain itu bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja akan mendapatkan bantuan biaya penunjang diagnostik, biaya alat bantu dengar, biaya kacamata, dan biaya homecare dengan maksimum manfaat hingga Rp20 juta dari BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Erni.

Adapun, lanjut Erni, jika peserta BPJS Ketenagakerjaan meninggal dunia, terdapat bantuan beasiswa bagi ahli waris peserta yang mengalami kematian hingga Rp174 juta untuk 2 orang anak dengan perincian apabila anak ahli waris masih sekolah TK/SD diberikan beasiswa Rp1,5 juta per tahun maksimal selama 8 tahun. Sedangkan bagi anak ahli waris peserta yang masih bersekolah di tingkat SMP diberikan bantuan beasiswa Rp2 juta per tahun maksimal selama 3 tahun.

Selanjutnya, ahli waris peserta yang bersekolah di tingkat SMA diberikan bantuan beasiswa sebesar Rp3 juta per tahun selama maksimal 3 tahun, dan bagi ahli waris peserta tengah menjalani kuliah diberikan bantuan beasiswa sebesar Rp 12 juta per tahun selama maksimal 5 tahun.

Bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja dan sementara tidak mampu bekerja, akan mendapatkan manfaat bantuan uang tunai sebesar gaji yang dilaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan sebesar 100 persen maksimal selama satu tahun.

Jika terjadi kematian, ahli waris akan mendapatkan santunan kematian sebesar Rp20 juta. Biaya pemakaman Rp10 juta, santunan berkala Rp12 juta dengan total santunan sebesar Rp42 juta.

Erni berharap dengan adanya perlindungan ini terhadap pedagang kaki lima dan pendamping PKL ini, mereka menjadi lebih tenang dalam melakukan pekerjaannya yang pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas kerjanya.

“Terakhir, kami berharap perusahaan-perusahaan lain di Kota Bandung dapat berpartisipasi aktif menyisihkan dana CSR untuk perlindungan para pekerja rentan,” tutup Erni.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved