Breaking News:

Insentif Juru Parkir Sistem Berlangganan di Sumedang Sudah Dua Bulan Tak Kunjung Cair

Ratusan juru parkir sistem berlangganan di Kabupaten Sumedang mengeluhkan insentifnya belum kunjung dibayarkan oleh pemerintah setempat.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Suasana parkir di pusat Kota Sumedang, Kamis (4/11/2021) sore. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Ratusan juru parkir sistem berlangganan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mengeluhkan insentifnya belum kunjung dibayarkan oleh pemerintah setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunJabar.id, insentif para juru parkir terlambat pencairannya sejak September 2021 lalu.

"Iya, sudah dua bulan ini belum cair, padahal sebelumnya gak pernah terlambat, " kata Asep Mulyana, pengawas juru parkir sistem berlangganan Zona 10 saat ditemui TribunJabar.id di Jalan Prabu Geusan Ulun, Sumedang, Rabu (4/11/2021).

Baca juga: Heboh, Video Viral Hujan Turun Hanya Terjadi di Satu Mobil di Area Parkir, Begini Penjelasan BMKG

Meski begitu, kata Asep, pihaknya telah mempertanyakan kepada pihak di Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang soal keterlambatan gaji ini.

"Soal ini, sudah saya tanyakan ke Pak Kabid saat rapat, kata Pak Kabid, upah selama dua bulan ini akan dicairkan pada 14 November 2021, dan gaji bulan November dan Desember akan cair pada Januari 2022," ucap dia seraya menyebut di Sumedang terdapat ratusan juru parkir sistem berlangganan.

"Menurut Pak Kabid, gajinya akan dibayarkan dua bulan sekali, dan kedepannya akan lancar seperti biasa," kata Asep, menambahkan.

Menurut Asep, berdasarkan keterangan yang diterima dari pihak Dishub Sumedang, keterlambatan gaji ini terjadi terkendala anggaran, Sebab, kata dia, anggarannya masih digodok dalam pembahasan Anggaran perubahan.

"Kata Pak Kabid, terlambatnya karena anggarannya masih proses pada Anggaran perubahan. Kalau terlambat lagi, kami akan berunjuk rasa, " tuturnya.

Dede, juru parkir di kawasan Kota Sumedang membenarkan adanya keterlambatan upah yang dibayarkan pemerintah Kabupaten Sumedang ini.

Baca juga: Pendapatan Turun Jadi Rp 77 Juta/Bulan, Tukang Parkir di Bogor Habisi Paman, Sewa Orang Sumedang

"Sudah dua bulan belum dibayarkan. Biasanya tidak pernah terlambat seperti ini, ya kalau bisa jangan sampai terlambat lagi, " katanya.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang, Budi Rahman membenarkan adanya keterlambatan pencairan upah juru parkir sistem berlangganan di wilayahnya.

"Ya benar, kan proses perubahan anggaran baru ditetapkan pada 30 Oktober kemarin. Mekanisme anggaran perubahan kan harus diproses dulu, ditetapkan, baru dievaluasi, nanti dibuatkan proses pencariannya," kata dia.

Meski begitu, kata dia, pihaknya belum bisa menyebutkan secara pasti waktu pencairan upah juru parkir tersebut.

"Nanti ada proses pengajuan, teman teman dari bawah mengajukan administrasinya. Belum bisa menentukan tanggal pencariannya, mudah-mudah di pertengahan November bisa cair," ujar dia.

Baca juga: Cegah Tarif Parkir Liar Rp 150 Ribu di Objek Wisata KBB, Digitalisasi Parkir Bakal Diterapkan

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved