Breaking News:

Zona Merah Bencana, Sepekan Ini Cianjur Dilanda Bencana, Alat Berat Terus Disiagakan

Satu pekan terakhir ini, sejumlah bencana alam terjadi di wilayah Cianjur, mulai dari pergerakan tanah, banjir, hingga longsor

Tribun Jabar/ Ferri Amiril Mukminin
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Cianjur M Taufik Zuhrizal 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Bupati Cianjur Herman Suherman meminta warganya untuk selalu siaga akan bencana dan menyarankan warganya segera mengungsi ketempat-tempat yang lebih aman, jika melihat tanda alam akan terjadi bencana, seiring dengan tingginya curah hujan serta intensitas lama, sejak beberapa hari terakhir ini.

"Sejak satu pekan ini, curah hujan sangat tinggi. Bahkan dari pagi sampai sore, hingga malam hari, sehingga berdampak terjadinya bencana alam. Terlebih lagi sebagian besar wilayah Cianjur, masuk dalam zona merah bencana tertinggi di Jawa Barat," kata Bupati, di Cianjur, Rabu (3/11/2021).

Ia mengatakan, satu pekan terakhir ini, sejumlah bencana alam terjadi di wilayah Cianjur, mulai dari pergerakan tanah, banjir, dan longsor yang melanda sejumlah kecamatan bagian utara dan selatan Cianjur.

Baca juga: Bencana Mulai Intai Jawa Barat, Pak Uu Minta Semua Kabupaten/Kota Harus Siapkan Anggaran BTT

Bahkan, hujan deras tersebut juga disertai angin kencang, sehingga mengakibatkan delapan kecamatan dilanda longsor dalam dua hari terakhir.

"Kita sudah siagakan alat berat di wilayah selatan dan wilayah utara, dan itu semua sebagai upaya antisipasi saat terjadi bencana, termasuk melakukan koordinasi dengan dinas terkait di Pusat dan Provinsi yang memiliki balai di Cianjur, menyiagakan alat berat ketika dibutuhkan untuk penanganan bencana alam longsor," katanya.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Cianjur M Taufik Zuhrizal, mengatakan badai tropis La Nina turut dirasakan di Cianjur hingga menyebabkan beberapa bencana.

"Betul, bahwa kejadian bencana beberapa hari ini di kabupaten Cianjur merupakan dampak dari iklim badai tropis La Nina sehingga berdampak pada cuaca buruk," katanya, di Cianjur, Rabu (3/11/2021).

Taufik mengatakan, dampak dari badai tersebut menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem seperti curah hujan tinggi dan berpotensi menyebabkan longsor dan pergerakan tanah.

"Cuaca ekstrem menyebabkan banyak terjadinya longsor dan pergerakan tanah, potensi kebencanaanya di Kabupaten Cianjur karena banyak daerah perbukitan tinggi," katanya.

Baca juga: Longsor dan Banjir Melanda, Bandung Barat Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana, Hingga Mei 2022

Ia mengimbau masyarakat agar selalu waspada dengan kemungkinan terjadinya bencana yang disebabkan Badai La Nina.

"Sehingga dalam menghadapi cuaca ekstrem ini. kami dari BPBD mengimbau kepada semua masyarakat siap siaga jika memang mereka berada di daerah rawan terjadi hujan, lebih dari satu jam untuk segera mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman," katanya

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved