Kano Anggota Polres Ciamis Terbalik di Sungai Cileueur Saat Olah TKP 11 Pelajar Mati Tenggelam

Satreskrim Polres Ciamis kembali menggelar olah TKP di lokasi kejadian 11 pelajar mati tenggelam di Sungai Cileueur di Kecamatan Cijeungjing, Ciamis.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Mega Nugraha
Istimewa
Olah TKP di Sungai Cileuleur, Rabu (3/11/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Satreskrim Polres Ciamis kembali menggelar olah TKP di lokasi kejadian 11 pelajar mati tenggelam di Sungai Cileueur di Desa Utama Kecamatan Cijeunging Kabupaten Ciamis, Rabu (3/11/2021).

Kasi Humas Polres Ciamis, Iptu Magdalena mengatakan, olah TKP untuk melengkapi hasil olah TKP awal  yang digelar pada Sabtu (16/10).

“Hasil olah TKP awal yang sudah dilakukan bulan lalu, dinilai masih kurang. Kegiatan olah TKP yang dilakukan hari ini untuk melengkapi hasil olah TKP awal,” ujar Kasi Humas Polres Ciamis Iptu Magdalena.

Baca juga: Jumlah Pasien DBD di RSUD Ciamis Naik Dua Kali Lipat, Yuk Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat

Olah TKP kali ini lebih fokus pada pengukuran kedalaman ruas alur Sungai Cileueur di Blok Leuwi Ili yang dilewati siswa MTs Harapan Baru Cijantung saat berkegiatan di Sungai Cileueur Jumat (15/10) sore tersebut.

“Kegiatan hari ini lebih fokus pada pengukuran kedalaman sungai yang dilalui siswa untuk menyeberang waktu kejadian bulan lalu,” ungkapnya.

Lantaran arus Sungai Cileueur Rabu (3/11/2021) siang tersebut cukup deras, setelah beberapa hari Ciamis diguyur hujan lebat.

Tim Inafis Polres Ciamis harus menggunakan pelampung, kano dan tambang untuk melakukan pengukuran ke dalam sungai.

Karena arus Sungai Cileueur cukup deras, kano yang digunakan tim Inafis saat olah TKP tersebut sempat terbalik.

Belum Ada Tersangka

Polres Ciamis belum menetapkan tersangka dalam kasus kejadian 11 pelajar mati tenggelam di Sungai Cileueur.

“Sampai hari ini kasusnya memang masih dalam penyelidikan belum tahap penyidikan. Belum ada penetapan tersangka,” katanya.

Untuk penetapan tersangka menurut Iptu Magdalena perlu ada pertimbangan psikologis mengingatkan jumlah korbannya tidak sedikit, yakni sebelas orang.

“Jadi perlu hati-hati (dalam penetapan tersangka). Perlu pertimbangan psikologis keluarga korban. Jumlah korban kan tidak sedikit, 11 orang,” jelas Iptu Magdalena.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved