Anggota DPRD Kota Bandung: Pemkot Tak Punya Duit Urus Banjir, Tapi Buat Hibah Duitnya Kenceng

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung, Riana, menilai politik anggaran Walikota Bandung dalam menangani banjir sangat buruk dan payah.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar/ Nazmi Abdurrahman
Warga membersihkan sisa material tanah dan bambu yang longsor menimpa dua rumah di di RT 3 RW 1 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung Selasa (2/11/2021). 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung, Riana, menilai politik anggaran Walikota Bandung dalam menangani banjir sangat buruk dan payah.

Alasannya, kata Riana, bisa terlihat dari postur anggaran di RAPBD Kota Bandung 2022 yang menganggarkan dana kecil untuk kebutuhan infrastruktur seperti saluran drainase, irigasi hingga layanan publik lainnya.

 "Mengapa saya sebut Pemkot Bandung tidak serius tangani persoalan banjir, karena dapat dilihat dari R-APBD, alokasi dana untuk hibah naik signifikan, tapi untuk alokasi kebutuhan infrastruktur, irigasi, saluran drainase untuk penanganan banjir dan moda transportasi itu malah turun karena di pangkas," ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung, Rabu (3/11/2021).

Baca juga: Air Menggenang di Sejumlah Titik, Komisi C DPRD Kota Bandung; Pemkot Tak Serius Tangani Banjir

Ia menuturkan, dorongan terhadap dinas terkait untuk menyelesaikan persoalan banjir Kota Bandung telah dan terus dilakukan. Namun, minimnya anggaran menjadi hambatan yang harus dialami.

"Jadi kalau bicara penanganan banjir, meskipun kami terus menekan dinas, faktanya memang anggaran tidak ada, mereka juga tidak bisa berbuat banyak untuk menyelesaikan masalah ini. Jadi dinas-dinas ini kasihan, engga selesai masalah di salahkan masyarakat, tapi mau kerja juga gimana, karena anggarannya juga minim sekali," ucapnya.

Riana menuturkan, persoalan banjir di Kota Bandung ini seharusnya dapat diselesaikan, jika Walikota Bandung konsisten terhadap arahan Permendagri terkait penyusunan anggaran, maupun tata kelola lainnya. 

Ia mencontohkan inkonsistensi Pemkot Bandung pada arahan Permendagri. Terkait bagi hasil keuangan daerah yang bersumber dari pajak, seperti BBN, TNKB, dan sebagainya. Dia menghitung nilainya mencapai Rp. 741 miliar.

"Harusnya peruntukannya bagi hasil pajak ini masuk ketiga hal tadi yaitu, penanganan masalah infrastruktur, irigasi, dan transportasi, tapi kenyataannya di Kota Bandung cuma berapa, paling Rp. 400 miliaran yang dialokasikan, yang akhirnya penanganan banjir ini tidak maksimal," ujar Riana.

Dengan kata lain, lanjutnya, penanganan banjir di Kota Bandung ini bukan tidak dianggarkan, tapi postur anggarannya yang tidak sebanding, dengan porsi anggaran lain yang bersifat tidak terlalu mendesak bagi kepentingan masyarakat.

"Kami sebenarnya terus mendorong dalam RAPBD perubahan Tahun 2021 itu, anggaran yang bersifat urgensi untuk naik, tapi itu dia meskipun kami teriak mewakili aspirasi masyarakat, tetap saja tidak ada perubahan, bahkan nota komisi saja enggak dianggap. Jadi dengan kondisi ini Pemkot Bandung kesannya tidak ada keseriusan dalam menangani persoalan banjir ini," ucapnya

Ia menambahkan, bila minimnya anggaran jadi hambatan dan Pemkot Bandung memiliki keseriusan, penanganan banjir tidak perlu dari APBD. Ia mendorong untuk gunakan dana CSR dan dana dari bagi hasil pajak yang jelas telah diatur dalam Permendagri sebagaimana peruntukannya.

"Silakan baca Permendagri, bagaimana seharusnya tata kelola alokasi anggaran untuk kebutuhan infrastruktur, irigasi, dan moda transportasi masyarakat. Bila tidak ada anggaran, maka gunakan CSR dan dana bagi hasil, bila itu dilakukan maka banjir ini seharusnya sudah bisa ditangani sejak beberapa tahun lalu," katanya.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Bandung, Ferry Cahyadi Rismafury, mengatakan, upaya penanganan banjir yang dilakukan Pemkot Bandung salah satunya membuat danau retensi sebagai solusi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved