Breaking News:

Puluhan ASN di Bandung Barat Bercerai, Bukan Cuma Karena Faktor Ekonomi, Tapi Perselingkuhan

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memilih untuk bercerai

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Siti Fatimah
ist
Ilustrasi perceraian 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memilih untuk bercerai dengan alasan karena faktor ekonomi dan terjadi perselingkuhan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengelola Sumber Daya Manusia (BKPSDM) KBB, Asep Ilyas mengatakan, ada berbagai faktor pemicu perceraian PNS atau ASN di Bandung Barat ini, tetapi perceraian itu kebanyakan didominasi karena faktor ekonomi. 

"Banyak faktornya, ada faktor ekonomi, sebagian kecil ada juga karena perselingkuhan," ujarnya saat ditemui di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Selasa (2/11/2021).

Baca juga: Cerai dari Stefan William, Celine Akui Sudah Didekati Pria, tapi Ingin Fokus ke Karier dan Anak Dulu

Berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Pengelola Sumber Daya Manusia (BKPSDM) KBB, jumlah PNS yang mengajukan permohonan perceraian mencapai 52 orang dengan rincian tahun 2020 ada 29 orang dan tahun 2021 ada 23 orang.

Dari jumlah total tersebut, sebanyak 32 orang sudah diterbitkan Surat Keputusan (SK) perceraian dari Pemkab Bandung Barat dengan rincian tahun 2020 ada 23 orang yang terbit, dan tahun 2021 ada 9 orang yang terbit.

Kemudian masih ada lagi 19 PNS yang sedang berproses bercerai dengan rincian tahun 2020 ada 5 orang dan tahun 2021 ada 14 orang. Sedangkan yang memilih rujuk dalam dua tahun terkahir hanya 1 orang saja.

Baca juga: Celine Evangelista Dilanda Kebingungan Setelah Cerai dengan Stefan William, karena Pertanyaan Ini

"Paling banyak (cerai) guru, dan kebanyakan yang menggugat justru perempuannya itu yang karena statusnya sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara)," katanya.

Para abdi negara yang hendak bercerai itu, kata Asep, diwajibkan untuk mengajukan permohonan ke BKPSDM, lalu pihaknya akan memanggil pihak penggugat dan tergugat untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Asep mengatakan, setelah masih-masing dipanggil, PNS dan pasangannya akan dipertemukan untuk dilakukan mediasi karena Pemkab Bandung Barat sendiri memiliki tim penasihan perkawinan yang bertugas memberikan saran kepada ASN yang hendak bercerai.

Baca juga: Dipojokkan Ibu karena Cerai, Celine Evangelista Sudah Terbiasa: Aku Enggak Mau Ngelawan Mama

"Intinya penasihat perkawinan itu untuk memberikan semacam masukan. Dua-duanya dipanggil supaya bisa islah atau bagaimana," ucap Asep.

Sementara jika tidak ada titik temu dan cerai adalah jalan terkahir bagi PNS, maka pihaknya baru akan mengeluarkan rekomendasi sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Yang udah tidak bisa dibendung, dinasihati ya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Agama, diberikan semacam pengantar dari kita," ujarnya.

Asep memastikan, ASN yang bercerai itu tidak akan berpengaruh terhadap pengurangan gaji maupun tunjangannya, sehingga mereka tetap mendapatkannya secara utuh meskipun bercerai.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved