Pembangunan Terowongan Nanjung oleh Jokowi, Banjir di 2 Tempat di Kabupaten Bandung Cepat Surut

Pembangunan Terowongan Nanjung di Curug Jompong oleh Jokowi dan sodetan Sungai Cisangkuy, banjir di Baleendah dan Dayehkolot jadi cepat surut

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Mega Nugraha
Baleendah kembali diterjang banjir 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Pembangunan Terowongan Nanjung di Curug Jompong oleh Jokowi dan sodetan Sungai Cisangkuy, banjir di Baleendah dan Dayehkolot Kabupaten Bandung jadi cepat surut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Ahmad Djohara, saat dihubungi tribun jabar, Selasa (2/11/2021).

Ahmad Johara mengatakan banjir Baleendah dan Dayeuhkolot kini cepet surut.  Banjir pada malam hari, siangnya sudah kembali surut.

"Memang setelah adanya Terowongan Nanjung Curug Jompong dan sodetan Sungai Cisabgkuy, Alhamdulillah hujan besar hari Senin airnya cepet naik tapi cepet surut lagi," kata Ahmad. 

Selain itu kata Ahmad Johara, luasan wilayah tergenang banjir tidak sebesar tahun-tahun lalu.

"Kalaupun yang terdampak cepat surut lagi. Air cepat kesedot karena ada Terowongan Nanjung Curug Jompong," katanya.

Baca juga: Viral di Media Sosial Tanggul Kolam Retensi Andir di Kabupaten Bandung Jebol, Begini Faktanya

Kini yang terdampak banjir kata Ahmad, hanya di Kelurahan Andir kalau di Kecamatan Baleendah dan kampung Bojong Asih  di Kecamatan Dayeuhkolot.

"Di Andir yang terdampak hanya di dua RW, di Kampung Ciputat yang dekat kolam retensi dan di Cigosol, itu pun hanya sebagiannya," kata Ahmad.

Ahmad mengatakan, sedangkan untuk yang di Bojongasih, yang kini terdampak banjir, hanya satu RW. Jauh lebih sedikit wilayah yang terdampak di banding tahun sebelumnya.

Pantauan tribun jabar, kini banjir di Bojongasih sudah mulai surut. Begitu juga informasi dari warga setempat yang menyebut banjir kali in lebih kecil jika dibanding tahun lalu, dan lebih cepat surut.

Sedangkan di Kelurahan andir, yang terpantau masih ada sedikit genangan di Jalan Andir Katapang, di dekat Situ Andir, atau Kolam Retensi Andir yang kini masih dalam proses pembangunannya.

"Ini baru permulaan musim penghujan, jadi semua warga harus waspada, terutama di wilayah yang biasanya terdampak genangan air," kata Ahmad.

Ahmad mengatakan, kalau melihat informasi dari BMKG terkait fenomena lanina ini, akan terjadi di akhir tahun dan di awal tahun 2022.

"Artinya antara bulan November sampai Februari 2022, jadi sekarang ini semua harus waspada dan hati-hati. Warga yang ada di sekitar genangan untuk selalu waspada, ketika terjadi bencana hubungi petugas pemerintahan setempat," tuturnya.

Sedangkan jika ada rumah warga terendam banjir untuk segera mengungsi.

"Di daerah Dayeuhkolot sudah ada selter pengungsian dekat Kantor Desa, untuk yang di Andir ada di Gedung BPBD di Baleendah. Untuk banjir kali ini tidak ada yang mengungsi," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved