Breaking News:

Hasil Panen Padi Petani Program Makmur di Ciasem Subang Meningkat Hingga 40 Persen

Hasil panen padi petani di Kabupaten Subang dilaporkan mengalami kenaikan hingga 40 persen setelah mengikuti Program Makmur.

Editor: Mega Nugraha
Istimewa
Panen petani di Ciasem Subang 

TRIBUNJABAR.ID,SUBANG- Hasil panen padi petani di Kabupaten Subang dilaporkan mengalami kenaikan hingga 40 persen setelah mengikuti Program Makmur. 

Salah satunya para petandi di Desa Ciasem baru, Kecamatan Ciasem. Saat ini, para petani di wilayah pantura Subang itu sedang panen raya. Di hamparan sawah, padi sudah menguning, lambai menjuntai dan ramai dituai.

Hasil panen ini setelah sebelumnya, dua bulan lalu, Menteri BUMN, Erick Thohir sempat menaburkan segenggam pupuk NPK 30-6-8 buatan Pupuk Kujang ke pesawahan di area tersebut.

Saat itu, Menteri BUMN Erick Thobir memperkenalkan Program Makmur yang dijalankan Pupuk Indonesia bersama seluruh anak perusahaannya, termasuk Pupuk Kujang.

Secara kasat mata, rumpun padi di sawah tersebut tumbuh lebat, jumlah malai bercabang banyak dan merunduk karena bulir-bulir padi tumbuh dengan montok berisi.

Baca juga: Terimbas Bencana Hidrometeorologi, Tebing Longsor Hingga Tutup Jalan Alternatif Purwakarta-Subang

“Bulir tumbuh hingga punduk malai. Kalau padi terlihat tumbuh sebaik ini, kami optimistis hasil panen akan sangat baik,” kata Nursoleh, ketua BUMDES Ciasem, Subang, Selasa (2/11/2021).

Sebelum mengikuti Program Makmur, sawah di kawasan itu kerap diserang diserang wereng. Namun dengan kolaborasi Tim Makmur dan para petani, hama wereng bisa ditanggulangi.

"Alhamdulillah berkat nutrisi tanaman dan pestisida yang tepat, hama wereng bisa diatasi dan panen tetap produktif," kata Nursoleh.

Berdasarkan pendataan, dari total 35 hektare sawah peserta program Makmur yang panen saat ini, rata-rata menghasilkan 7 ton gabah per hektare.

Sebelum ikut program Makmur, sawah di area tersebut rata-rata menghasilkan 5 ton per hektare.

Peningkatan hasil panen juga disertai peningkatan keuntungan petani. Sebelum ikut program Makmur, petani untung sekira Rp 25,5 juta per hektare.

Baca juga: Kejadian Lagi Banjir di Lembang, Daerah Wisata Tapi Tapi Minim Saluran Drainase

Sedangkan saat ini bisa untung hingga 33,6 juta per hektare atau meningkat hingga 32 persen.

Maryadi, Direktur Utama Pupuk Kujang menuturkan, di balik kenaikan hasil panen petani Ciasem, ada peran banyak pihak. Termasuk para agronom Tim Makmur yang selalu mendampingi petani.

Setelah panen, para petani ini juga tak perlu kesulitan menjual gabah mereka. Sebab, Pupuk Indonesia Pangan akan membeli gabah mereka dengan harga yang baik.

"Peningkatan hasil panen setelah ikut program Makmur ini menjadi bukti nyata. Petani lain di wilayah ini tidak perlu ragu untuk ikut Program Makmur," kata Maryadi.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved