Breaking News:

Harga Minyak Goreng Melambung, Ekspor CPO Minyak Sawit Mentah Akan Dihentikan

Selain berencana menghentikan ekspor CPO, pemerintah pun koordinasi dengan pelaku usaha minyak goreng, melalui surat Dirjen Perdagangan Dalam Negeri.

Tribun Jabar/Irvan Maulana
Minyak goreng curah di toko sembako Teti Nurhayati Pasar Rebo, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (30/10/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Pemerintah berencana menghentikan ekspor minyak sawit mentah (CPO) guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Rencana tersebut menyusul kenaikan harga minyak goreng di pasar dalam negeri.

Ada pun harga minyak goreng curah naik 11,27% dibandingkan bulan lalu menjadi Rp 15.800 per liter, harga minyak goreng kemasan sederhana naik 8,78% menjadi Rp 16.100 per liter.

Lalu, harga minyak goreng kemasan premium naik 6,71% menjadi Rp 17.500 perliter. Stok minyak goreng saat ini ada pada angka 628.600 ton dengan ketahanan 1,49 bulan.

Selain berencana menghentikan ekspor CPO, pemerintah pun koordinasi dengan pelaku usaha minyak goreng, melalui surat Dirjen Perdagangan Dalam Negeri.

Baca juga: Pemkot Bandung akan Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng, Harga Acuan Rp 11.000 Per Liter

Melalui surat tersebut disampaikan agar seluruh produsen minyak goreng untuk tetap menjaga pasokan di dalam negeri dalam rangka stabilisasi harga dan ketersediaan minyak goreng melalui penyediaan minyak goreng kemasan sederhana di pasar ritel dan pasar tradisional yang dijual dengan harga sesuai ketetapan Pemerintah.

Selanjutnya kepada produsen yang memiliki lini industri kelapa sawit terintegrasi dari hulu sampai hilir agar menyediakan CPO dengan harga khusus untuk diproduksi oleh industri minyak goreng dalam negeri menjadi minyak goreng kemasan sederhana.

Di samping itu, diminta juga agar produsen menyediakan minyak goreng kemasan sederhana yang dijual dengan harga sesuai ketetapan pemerintah.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan, mengatakan Kemendag mencatat per 1 November 2021 dua komoditi pangan yaitu minyak goreng dan cabai mengalami kenaikan harga tinggi.

Oke Nurwan mengatakan, komoditi yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan di banding bulan lalu hanya minyak goreng baik minyak goreng curah, kemasan sederhana dan kemasan premium.

Halaman
1234
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved