Breaking News:

Banjir Kembali Merendam Daerah Baleendah dan Dayeuhkolot, Mengganggu Aktivitas Warga

Kecamatan Baleendah dan Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, kembali terendam banjir, akibat luapan Sungai Citarum

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Siti Fatimah
Banjir di Baleendah Kabupaten Bandung Selasa (2/11/2021) 

TRIBUBJABAR.ID, BANDUNG- Setelah diguyur hujan semalaman Kecamatan Baleendah dan Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, kembali terendam banjir, akibat luapan Sungai Citarum, Selasa (2/11/2021).

Adapun banjir yang menggenang Baleendah, terjadi di daerah Andir, sedangkan banjir yang menggenang di Dayeuhkolot, terjadi di daerah Bojongasih.

Banjir yang menggenang daerah tersebut kali ini, tak sebesar banjir yang terjadi tahun lalu yang mencapai hingga 1,5 meter lebih.

Baca juga: Masuki Musim Hujan, Bupati Sebut Daerah Banjir di Kabupaten Bandung Kini Tidak Ada Banjir

Kaki ini ketinggian air yang menggenang daerah tersebut, sekitar 50 centimeter.

Walau demikian tentu ini sangat mengganggu aktifitas warga.

Warga Kampung Bojongasih, Dadang Resmana, mengaku, banjir terjadi setelahnya di daerah sini dan hulu Sungai Citarum diguyur hujan.

Baca juga: Alun-alun Sukanagara Cianjur Sempat Banjir Luapan Sungai Cibala

"Kalau di daerah sini, hujan mulai magrib, dan air mulai menggenang sekitar pukul 1 dini hari," ujar Dadang, saat berada di kampungnya. 

Dadang mengatakan, banjir kali ini terbilang kecil, karena warga masih bisa bekerja.

"Titik paling tinggi terendam banjir di dalam gang, mungkin sekitar 50 centimeter, dan sekarang sudah mulai surut," kata Dadang.

Dadang mengaku, setelahnya daerah Dayeuhkolot dan Bandung Raya diguyur hujan, kampungnya baru kali ini kembali terendam banjir.

Baca juga: Baru Punya Enam Perahu, BPBD Karawang Masih Kekurangan Perahu Karet untuk Hadapi Banjir

"Alhamdulillah gak kaya dulu banjirnya," tuturnya.

Memang dulu di kampung tersebut, kerap dilanda banjir, dan ketinggian air bahkan sempat mencapai 2 meter.

Warga lainnya, Samiran (60) membenarkan terjadi sejak malam hari dan kini mulai surut.

"Memang banjir sekarang terbilang kecil," kata Samiran.Samiran mengungkapkan, dulu saat banjir barang-barangnya hingga tak bisa diselamatkan karena terendam banjir.

"Sekarang banjir kecil, berharap ke depan gak ada lagi banjir," ucapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved