Jawa Barat Sudah Suntikkan Vaksin Covid-19 Sebanyak 35,18 Juta Dosis, Terkendala Masalah Ini

Jawa Barat sudah menyuntikkan 35,18 juta dosis vaksin Covid-19 sampai 1 November 2021.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Giri
Istimewa
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Dewi Sartika 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jawa Barat sudah menyuntikkan 35,18 juta dosis vaksin Covid-19 sampai 1 November 2021.

Dari angka tersebut, 22,01 persen di antaranya adalah dosis pertama. Sedangkan 13,17 persen lainnya adalah dosis kedua.

Jabar memiliki target memvaksinasi 37,9 juta orang.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Dewi Sartika, menuturkan, kecepatan rata-rata vaksinasi Covid-19 di Jabar dalam tujuh hari terakhir mencapai 345.247 dosis per hari.

"Meski kecepatan itu yang tertinggi dibanding provinsi lain, kami harus terus meningkatkan kecepatan sampai  sekitar 600 ribu dosis per hari untuk mengejar herd immunity atau kekebalan komunal di akhir tahun ini," kata Dewi Sartika melalui siaran digital, Senin (1/11/2021).

Menurut Dewi, ada sejumlah kendala dalam meningkatkan kecepatan vaksinasi Covid-19.

Ilustrasi vaksin Covi-19 - Jawa Barat sudah menyuntikkan 35,18 juta dosis vaksin Covid-19 sampai 1 November 2021.
Ilustrasi vaksin Covi-19 - Jawa Barat sudah menyuntikkan 35,18 juta dosis vaksin Covid-19 sampai 1 November 2021. (freepik)

Satu di antaranya adalah ketersediaan vaksin dan sinkronisasi data.

"Yang kita harapkan sebenarnya, vaksin itu selalu tersedia dan ada kesinambungan. Jadi begitu stok menipis, segera ada pasokan lagi dari pusat. Ini agak terkendala. Kemudian soal sinkronisasi data yang belum teroptimalisasi dengan baik. Ini kita upayakan terus," ucapnya.

Provinsi Jabar hingga saat ini sudah menerima 44.858.146 dosis.

Hampir selmuanya sudah terdistribusikan ke kabupaten/kota.

Selain itu, Dewi juga melaporkan perkembangan Covid-19.

Menurutnya, ada penambahan kasus meski persentasenya kecil dan masih terkendali. 

Dia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat saat beraktivitas.

"Meskipun secara keseluruhan trennnya menurun, tetapi kita tetap bersiaga di antaranya dengan terus mengetatkan protokol kesehatan sesuai tingkat level kewaspadaan di daerah, vaksinasi, 3T, termasuk kesiagaan rumah sakit. Alhamdulillah BOR kita saat ini sudah di bawah tiga persen," ucapnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved