Dihantui Banjir Selama 7 Tahun, Keluhan Warga Tiga RW di Padalarang Tak Pernah Digubris Pemda KBB

Warga tiga RW di Kampung Sukamulya dan Sukamaju, Padalarang, KBB selama beberapa tahun kerap kebanjiran ketika hujan deras

Istimewa/ warga
Banjir yang menerjang rumah warga di Kampung Sukamulya dan Sukamaju, Desa Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Warga tiga RW di Kampung Sukamulya dan Sukamaju, Desa Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) selama beberapa tahun kerap kebanjiran secara tiba-tiba ketika turun hujan deras.

Mereka pun mengaku was-was setiap kali hujan deras turun, parahnya, kondisi tersebut selalu berulang selama tujuh tahun terakhir ketika musim penghujan datang hingga warga merasa trauma dan sering dihantui ketakutan terutama saat malam hari.

Warga setempat, Ali Jayadiningrat (40), mengatakan, banjir yang paling parah biasanya menerjang tiga RW, yaitu di RW 25, 20 dan RW 6, terutama setelah turun hujan deras.

Baca juga: Baru Punya Enam Perahu, BPBD Karawang Masih Kekurangan Perahu Karet untuk Hadapi Banjir

"Kejadiannya sudah sekitar tujuh tahun terakhir ini. Kejadian banjir terakhir pada Kamis (28/10/2021) dan Jumat (29/10/2021) sore," ujarnya di lokasi, Senin (1/11/2021).

Ia mengatakan, saat itu turun hujan deras dengan intensitas yang cukup lama sehingga menyebabkan air dari selokan yang ada di sekitar pemukiman itu meluap menggenangi jalan gang hingga masuk ke dalam rumah-rumah warga.

Menurutnya, kondisi itu diperparah dengan adanya pembangunan Perumahan Graha dan Bumi Asri yang berada di bagian atas perkampungan warga yang membuat limpasan air menjadi lebih besar.

"Sehingga pada akhirnya air meluap dan terjadi banjir ke permukiman. Setiap hujan lebih dari setengah jam pasti datang air banjir kiriman dari atas. Pastinya, warga di tiga RW tak bisa tidur nyenyak, karena takut air banjir tib tiba masuk ke rumah," kata Ali.

Ia mengatakan, warga pernah mengadukan masalah ini ke pemerintah desa, Dinas PUPR KBB dan pernah juga sampai kontak langsung melalui IG Plt Bupati Hengki Kurniawan.

Hanya saja, kata dia, sampai sekarang belum ada jawaban dan tindak lanjut bagaimana menangani kawasan di permukimannya supaya tidak banjir secara terus menerus, terutama saat hujan deras.

"Kalau lapor sudah, tapi gak pernah ada tindak lanjut. Ya paling sekarang kalau udah banjir, warga gotong royong mengeruk saluran air yang tersumbat," ucapnya.

Baca juga: Aliran Air dari Sungai Meluap, Rumah Warga di Gununghalu Bandung Barat Kebanjiran

Sementara Anggota DPRD KBB, Inen Sutisna menyarankan masyarakat membuat surat resmi kepada Komisi I sebagai dasar untuk mengundang dinas terkait juga pengembang perumahan tersebut.

"Ya kami akan tanyakan ke Dinas Perizinan apakah sudah beres Amdal dan Fill banjir perumahan tersebut? Jangan sampai ada pembangunan masyarakat jadi dirugikan," ucap Inen.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved