Breaking News:

Apindo Jabar Tarik Investor Untuk Tanam Modal, Jaminan Kemudahan Berinvestasi Dari Pemerintah

Apindo Jabar terus menjajaki kerja sama dengan calon investor agar mau menanamkan modalnya di Jabar guna membuka lapangan kerja baru.

Tribun Jogja
Ilustrasi Investasi 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Pengembangan kawasan segitiga Rebana menjadi salah satu fokus Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dalam menyedot calon investor untuk menanamkan modalnya di Jabar.

Saat ini Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Barat (Apindo Jabar) terus menjajaki kerja sama dengan calon investor agar mau menanamkan modalnya di Jabar guna membuka lapangan kerja baru.

Kondisi ini, kata Ketua Apindo Jabar Ning Wahyu Astutik tentunya bisa menyerap tenaga kerja sehingga mengurangi pengangguran.

Baca juga: Tertipu Investasi Bodong, Sejumlah Mahasiswa di Garut Datangi Polisi, Kerugian hingga Rp 5 Miliar

Ning menjelaskan, adanya pengembangan kawasan Segitiga Rebana seluas 43.913 hektare di Jabar bisa menjadi lokasi calon investor untuk menanamkan modalnya.

Di samping itu adanya fasilitas-fasilitas dari pemerintah berupa tax holiday, tax allowance, investment allowance, dan deductive tax akan menjadi pendorong investor untuk berinvestasi di Jabar khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

“Tidak dipungkiri kita semua menuju high tech, digitalisasi industry, seperti yang sering disebutkan yaitu 4.0 atau bahkan 5.0. Namun industri padat karya tetap masih dibutuhkan dengan adanya ketersediaan angkatan kerja serta transisi teknologi yang belum sepenuhnya terjadi dan terpenuhi,” ujar Ning, Senin (1/11/2021).

Baca juga: Jadi Korban Investasi Bodong, Mahasiswa di Garut Datangi Polsek Malangbong, Ngaku Rugi Miliaran

Apindo Jabar pun memfasilitasi calon investor bertemu langsung dan berdialog Bersama Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Dalam dialog tersebut, dihadiri calon investor dari Korea Selatan, WS Shin serta Jay Bang.

“Dalam dialog tersebut, pemerintah memberikan jaminan tentang pengurusan surat–surat izin yang cepat serta iklim investasi di Indonesia yang kondusif,” ujarnya.

Di sisi lain, kata Ning, calon investor masih menyimpan kekhawatiran terhadap impelementasi Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker) terutama soal pengupahan.

Baca juga: BIMP-EAGA Berkontribusi Penting Pada Pembangunan Ekonomi Melalui Daya Saing,Konektivitas & Investasi

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved