Breaking News:

PKM Universitas Pendidikan Indonesia Menggelar FGD Pentingnya Pemasaran Digital UMKM Belitong

tim PKM UPI menggelar acara Focus Group Disscusion (FGD) dengan UMKM di UNESCO Global Geopark Belitong, pada tanggal 27 Oktober 2021

Para peserta Focus Group Disscusion (FGD) dengan para UMKM yang hadir secara virtual 

TRIBUNJABAR.ID,- Adanya pandemi Covid-19 dan pola pikir masyarakat yang masih belum sadar akan pentingnya pemasaran pada digital sangat berdampak negatif pada pendapatan daerah Belitong. Namun, dengan peran peningkatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dapat membantu penciptaan dan peningkatan potensi daerah pedesaan pada sektor wisata, sehingga dapat menunjang kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat Belitong dan mengubah pola pikir masyarakat menjadi terdepan, selaras, serta meningkatkan kompetensi dan kredibilitas.

Ibu-Ibu UMKM Belitung yang terus semangat ditengah pandemi.
Ibu-Ibu UMKM Belitung yang terus semangat ditengah pandemi. ()

Berkaitan dengan pentingnya pemasaran digital bagi pelaku UMKM Belitong tersebut, tim PKM Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar acara Focus Group Disscusion (FGD) dengan UMKM di UNESCO Global Geopark Belitong, pada tanggal 27 Oktober 2021.

Kegiatan ini sebagai wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Pendidikan Indonesia dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Pada kesempatan ini juga mengundang Ketua Galeri UMKM Belitong yaitu Bapak Sulaiman Ichsan untuk ikut berdiskusi bersama secara virtual terkait UMKM Belitong dan dihadiri oleh 16 UMKM Belitung serta mahasiswa kelas MBKM UPI.

Ketua tim PKM UPI Dr. Ayu Krishna Yuliawati didampingi anggota Dr. Rofi Rofaida dan Budhi Pamungkas Gautama, M.Sc., mengatakan Focus Group Disscusion (FGD) ini  merupakan bentuk followup dari pelatihan pemasaran digital pasca pandemi Covid-19 untuk UMKM Belitong yang telah dilakukan sebelumnya pada bulan Agustus 2021.            

Ketua tim PKM UPI Dr. Ayu Krishna Yuliawati, MM., foto bersama anggota Dr. Rofi Rofaida dan Budhi Pamungkas Gautama, M.Sc. usai acara.
Ketua tim PKM UPI Dr. Ayu Krishna Yuliawati, MM., foto bersama anggota Dr. Rofi Rofaida dan Budhi Pamungkas Gautama, M.Sc. usai acara. ()

Ayu menjelaskan, FGD ini membahas permasalahan praktek pemasaran digital UMKM Belitong, solusi dan kerjasama ke depan. Dari kegiatan ini diharapkan UMKM dapat melakukan pemasaran digital dengan baik.

Pada kesempatan ini, dilakukan pengenalan setiap perserta UMKM yang telah terdaftar pada FGD. Dimulai dari UMKM D & A yang menjual keripik kopi, Allisa’s Souvenir yang menjual cenderamata, Juve Snack Belitong yang menjual daging ikan ekor kuning dan membuang selain daging. UMKM ini berinovasi membuat keripik lezat berbahan baku dari kulit ikan  dengan olahan pemilihan kulit terbaik, olahan kripiknya pun tersedia beberapa varian rasa yaitu original, barbeque, keju dan balado, lalu sisiknya dijadikan kerajinan, mereka juga berencana  kedepanya akan memproduksi sirip ikan ekor kuning menjadi crispy.

Salah seorang mahasiswa yang merupakan partisipan dari FGD ini bertanya tentang ketahanan produk keripik setelah dikemas, lalu menjawabnya bahwa ketahanannya bisa s.d 2 bulan. Pengenalan UMKM selanjutnya adalah Bakpia UMMIRO, produk bakpia ini memiliki  keunggulan rasa yang lebih gurih dan kering dengan varian kacang yang lebih banyak dari bakpia umumnya, produknya di kirim ke Jakarta dan Pangkal Pinang,” ungkap Dr. Ayu.

Produk UMKM Belitong
Produk UMKM Belitong ()

Selain itu Ayu menambahkan, UMKM Aldzaky dengan produk makanan unik, DKM Aura milik Ibu Ningsih yang memproduksi keripik berbahan baku pucuk daun pakis merah, Yans Bouquet Galeri yang menawarkan bouquet-bouquet menarik mulai dari susunan kue kering, coklat, dll. Purun Eco Straw mereka membuat inovasi berupa sedotan dari rumput purun yang merupakan usaha turun temurun, Billiton PVC mereka menawarkan bebatuan cantik yang hanya dapat diperoleh didaerah tambang timah melalui proses penggalian. Juga UMKM Krispi Dina Dini yang menjual krispi kulit ikan, Rumah Makan Mak Ajeng dengan produk unggulannya yaitu Abon pepaya, Kenzi_Craft yang menjual boneka rajutan, Fanda.ID dan juga Kerupuk ikan dari Nurlela yang menjual berbagai macam kerupuk.

Anggota Tim PKM UPI Dr. Rofi Rofaida, S.P., M.Si, menyampaikan bahwa para pelaku  UMKM Belitong telah memiliki Nomor izin berusaha (NIB), 60% memiliki sertifikat halal MUI dan lainnya. Lalu 62,5% memakai media sosial sebagai platform penjualan online produk mereka. Keunggulannya setiap UMKM menggunakan bahan baku lokal yang tidak ditemukan di daerah lain, lalu manfaat produk, proses produksi, kemasan unik dan harga yang relatif terjangkau.

“Namun rata-rata setiap UMKM, memiliki dua kendala yang sama yaitu tidak memiliki kemampuan membuat konten digital dan tidak ada pengelola atau karyawan dalam mengelola akun UMKM. Padahal, pasar penjualan mereka 81,3% produknya didalam maupun luar pulau Belitong. Rata-rata penghasilan para UMKM ini, menurut polling sebanyak 68,8% dibawah 5 juta dalam sebulan dan sisanya sudah mencapai 6 s.d 10 juta dalam sebulan. Dalam polling ini juga menyebutkan bahwa UMKM Belitong membutuhkan pelatihan dan pendampingan yang memuat analisis situasi dan membuat konten digital yang menarik, informatif, komunikatif, dan mempermudah konsumen untuk membeli produk mereka,” jelas Rofi.

Sementara itu, Budhi Pamungkas Gautama, S.E., M.Sc., menuturkan bahwa terdapat lima aspek penting dalam mengindentifikasi sebuah kearifan lokal dalam satu product yaitu resep, proses produksi, cerita pendirian, cerita produk, dan budaya. Seperti halnya kearifan lokal dari ACE & MADU dari Idrija Unesco Global Geopark di Slovenia dan juga Herbal Tea Flower serta Baesuk dimana kedua produk tersebut berasal dari Geopark Mudeung Korea dan sudah tersertifikasi Geofood.

“Dari contoh-contoh yang sudah dipaparkan, kita mengetahui bahwa untuk membuat suatu informasi baik postingan maupun secara verbal, perlu adanya cerita yang dapat dipahami oleh audiens, pesan sesuai target pasar dan menyentuh secara emosional sehingga adanya daya tarik tersendiri. Maka dari itu Tim Upi mengadakan kerja sama bagi pihak UMKM Belitong dengan mahasiswa UPI yang sedang menempuh mata kuliah pemasaran digital,” kata Budhi.

Dr. Ayu Krishna Yuliawati, MM. selaku ketua kegiatan ini juga menyerahkan buku panduan bisnis geoproduk yaitu “Kebangkitan UMKM Melalu Inovasi Geoproduk Berbasis Geodiveristy & Kearifan Lokal”  hasil karya Ibu Ayu, Ibu Rofi dan Pak Budhi serta rekan-rekan lainnya, buku ini juga dapat diakses secara online.

Buku ini juga, sebagai panduan bagi UMKM untuk meningkatkan value produk dengan didasarkan pada kekayaan geodiversity dan kearifan lokal. Hal ini bisa dilakukan dengan storytelling content digital marketing produk UMKM. Kegiatan ditutup dengan rencana ke depan untuk kerjasama digitalisasi UMKM.

Selanjutnya beliau, sebagai garda juga memaparkan terkait platform digitalisasi UMKM yaitu Transformasi Digital adalah Transfumi. Dimana ini adalah program dari Kementerian KUKM RI bersama Mercy Corps Indonesia yang menfasilitasi secara digital dan memudahkan UMKM untuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai identitas legalitas usaha, serta memiliki akun MicroMentor Indonesia yang memiliki banyak manfaat. Dan terakhir sebelum penutupan adapun kalimat penutup dari Bapak Sulaiman Ichsan selaku ketua Galeri UMKM Belitong.*

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved