Nasib Kakek Caslam yang Viral Dipukul Warga di Majalengka, Kini Dapat Perhatian, Banyak yang Donasi

Kakek Caslam (65), pemulung di Majalengka yang dituduh mencuri dan dipukul oleh warga di Desa Cibogor, Kecamatan Ligung kini mendapatkan perhatian.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar / Eki Yulianto
Caslam (65), pemulung dari Desa Cicadas, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka mendadak viral di media sosial lantaran diduga menjadi korban penganiayaan oleh warga. 

TRIBUNJABAR.ID - Kakek Caslam (65), pemulung yang dituduh mencuri dan dipukul warga di Desa Cibogor, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka kini mendapatkan perhatian.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan kakek Caslam dibentak dan dipukul warga viral di media sosial.

Dalam video, terlihat sejumlah warga mengelilingi Caslam yang tengah duduk tak berdaya.

Ia dibentak, kemudian didorong, lalu dipukul di bagian kepalanya sampai tersungkur.

Sosok yang mendorong dan memukul kakek tersebut adalah beberapa orang yang berbeda.

Tangkapan Layar seorang kakek di Majalengka dianiaya oleh warga. Video itu diunggah oleh akun Instagram erwinmoron_official, Selasa (26/10/2021).
Tangkapan Layar seorang kakek di Majalengka dianiaya oleh warga. Video itu diunggah oleh akun Instagram erwinmoron_official, Selasa (26/10/2021). (akun Instagram erwinmoron_official)

Peristiwa dalam video viral itu ternyata terjadi pada Minggu (24/10/2021).

Saat ini, peristiwa itu disebut sudah diselesaikan secara damai.

Kakek Caslam sendiri mengaku, ia hanya menyimpan tas milik Toto Sukarto (53) agar tak basah, bukan mencurinya.

Setelah videonya viral, kakek Caslem langsung mendapatkan perhatian.

Tak sedikit pihak yang ingin berdonasi kepada kakek yang sehari-hari bekerja sebagia pemulung tersebut.

Salah satu pihak yang sedang menggalang donasi adalah pegiat media sosial di Majalengka.

Tim dari fanpage Besoksenin, Yulian Firmansyah mengatakan, dana yang terkumpul dari penggalangan itu sudah mencapai Rp 2,1 juta.

"Alhamdulillah, sudah terkumpul dana donasi sebesar Rp 2.197.739," ujarnya kepada Tribunjabar.id, Kamis (28/10/2021).

Lebih lanjut Yulian mengatakan, donasi itu digalang semata-mata bukan karena peristiwa yang dialami Caslam.

Namun, ia mendapati kondisi istri dan keluarga Caslam memperihatinkan.

Caslam (65), pemulung dari Desa Cicadas, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka mendadak viral di media sosial lantaran diduga menjadi korban penganiayaan oleh warga.
Caslam (65), pemulung dari Desa Cicadas, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka mendadak viral di media sosial lantaran diduga menjadi korban penganiayaan oleh warga. (Tribun Jabar / Eki Yulianto)

Ia berharap, dana yang terkumpul nanti bisa sedikit membantu perekonomian keluarga kakek pemulung itu, di luar kasus penganiayaan yang menimpanya.

"Ini melihat kondisi istri, keluarganya, seperti yang ada dalam keterangan unggahan kemarin.

"(Mudah-mudahan) bisa meringankan beban supaya hal-hal seperti kasus itu tidak terulang," ujarnya.

Ia mengatakan, donasi itu diperoleh dari berbagai kalangan, baik dari warga Majalengka maupun dari pengikut akun Instagram Besoksenin.

Rencananya, ia akan menyalurkan donasi itu pada Sabtu (30/10/2021).

Jadi, donasi masih akan dibuka sampai Jumat (29/10/2021).

"Rencananya Sabtu kita akan berikan kepada Pak Caslam," ujarnya.

Kronologi Kejadian

Caslam adalah warga Desa Cicadas, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.

Sehari-hari ia bekerja menjadi seorang pemulung. Biasanya, Caslam kerap mendatangi Desa Cibogor.

Demi mencari nafkah dari barang-barang bekas atau tak terpakai, Caslam biasa membawa gerobak rongsokan yang digowes.

Nasib nahas menimpa Caslam, ia dituduh mencuri tas berisi uang sebesar Rp 1,5 juta dan surat-surat berharga seperti SIM dan STNK.

Tas itu adalah milik Toto Sukarto (53), pedagang sayur keliling menggunakan motor.

Kepala Desa Cibogor, Ricky Harry Abriyanto mengatakan, peristiwa dalam video viral itu memang terjadi di daerahnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (24/10/2021). Ketika itu, Toto kehilangan tasnya saat beristirahat di warung, lalu ia mengambil petai cina di dekat warung tersebut.

Ricky mengatakan, di daerahnya petai cina bisa dikatakan sudah milik umum. Jadi, setiap orang bisa mengambilnya.

"Pak Toto ini pedagang, nah di sela-sela dagang, dia istirahat, ngopi dulu di warung.

"Di dekat warung itu ada pohon petai cina, terus dia ambil. Karena di sini mah, petai teh udah bisa dikatakan milik umum, apalagi ini pinggir jalan," ujar Ricky kepada TribunJabar.id di rumahnya, Kamis (28/10/2021).

Toto menaruh tasnya di bawah pohon ketika dirinya mengambil petai tiu.

Selesai mengambil petai, ia lupa membawa tasnya dan malah langsung pergi ke warung untuk lanjut meminum kopi.

Setelah beberapa saat ia tersadar dan kembali lagi ke bawah pohon tempat dirinya sebelumnya menyimpan tasnya.

"Setelah ingat, dia balik lagi ke pohon petai, ternyata tasnya sudah nggak ada. Saat dia ambil petai, di sana ada Pak Caslam, dan Pak Caslam ini pergi saat Pak Toto di warung," katanya.

Toto pun menduga Caslam mengetahui keberadaan tasnya. Ia langsung mencari keberadaan kakek pemulung tersebut.

"Akhirnya dia mendatangi gerobak Pak Caslam. Karena Pak Caslam ini biasa bawa gerobak rongsokan yang digowes. Tidak lama kemudian, Pak Caslam datang," kata Ricky.

Ketika ditanya mengenai tas oleh Toto, Caslam awalnya mengaku tak mengambilnya.

Hingga akhirnya warga lain mendatangi Toto dan Caslam.

"Pak Caslam akhirnya ngaku, tapi dengan syarat warga suruh bubar. Dia (Caslam) bilang tasnya disimpan di pekarangan rumah warga, masih di Desa Cibogor. Setelah itu, dia diminta mengambil tas itu.

"Tapi (setelah pergi) udah lama nggak datang-datang. Dia ngaku tasnya ditaruh di Blok Selasa. Nah, gerobak itu ditaruh di Blok Minggu, jaraknya sangat dekat," katanya.

Selanjutnya, Caslam tak kunjung datang. Sampai akhirnya warga berinisiatif mencari kakek pemulung tersebut.

Perangkat desa yang baru pulang dari rapat di Majalengka Kota juga ikut mencari.

Ketika itu, salah seorang perangkat desa mendapati Caslam. Saat dipanggil, Caslam menunjukkan gerak-gerik tak biasa.

"Kaya mau lari gitu. Akhirnya dibawa lah ke Balai Desa. Nah, di Balai Desa, dia sempat tidak ngaku, padahal tadi sudah ngaku. Setelah didesak akhirnya dia ngaku," ujarnya.

Ricky mengatakan, saat itu memang ada pemukulan. Menurutnya, kemungkinan warga kesal karena akhir-akhir ini banyak warga yang mengaku kehilangan barang.

"Kan nggak ada luka berati di bagian muka Pak Caslam. Terus setelah itu, dia juga masih bisa ketawa-ketawa. Itu, setelah dari luar, seperti di video itu.

"(Kemudian) dia dibawa masuk ke Balai Desa, biar lebih aman. Nah di dalam ini, dia sudah bisa senyum-senyum dan yang melakukan pemukulan itu bukan dari perangkat desa," kata Ricky.

Peristiwa itu berakhir damai. Ricky mengatakan, beberapa pihak yang berseteru sudah melakukan penandatanganan di atas materai.

Pihak Desa Cicadas juga turut diundang dalam pertemuan tersebut.

Desa Cicadas adalah tempat tinggal Caslam.

"Jadi sudah clear, sudah ada kekeluargaan dan Pak Caslam juga tampak baik-baik aja."

"Sekarang kondisi di sini yang normal, warga tetap beraktivitas. Pak Toto Alhamdulillah sudah dagang lagi. Dia dagang sayuran pakai motor, keliling gitu," katanya.

Caslam sendiri sudah buka suara terkait ia dituding mencuri tas. Ia menyebut, sebenarnya hanya menemukan tas, bukan mencurinya.

"Jadi saya tuh sebenarnya menemukan tas, tapi disangka mencuri," ujar Caslam saat ditemui Tribunjabar.id, Kamis (28/10/2021).

Saat itu, Caslam enggan mengakui ia menyimpan tas karena takut dipukuli warga.

Ia mengaku menyimpan tas itu karena takut kena air dan basah.

Caslam mengatakan, jika ada orang yang merasa kehilangan, ia akan memberikan tas itu.

"Saya ketemu Pak Toto, saya bilang, tasnya mah ada, tapi Pak Toto jangan macam-macam, takut saya dipukulin warga," katanya.

Caslam berujar, ia belum melapor ke polisi terkait tindakan warga yang memukulnya.

"Tapi keluarga saya tidak terima dengan mereka," katanya.

Artikel ini diolah dari laporan wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved