Breaking News:

Lansia Diimbau Ibadah di Rumah, MUI Jabar: Ini Kontroversi, Nanti Digoreng Lagi Sama Orang-orang

Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar, menyebut sebaiknya lansia tetap diizinkan beribadah di rumah ibadah, tapi harus menerapkan prokes yang ketat.

TRIBUN JABAR/M SYARIF ABDUSSALAM
Ilustrasi tempat ibadah 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Anjuran pemerintah agar kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) beribadah di rumah saja saat peringatan hari besar keagamaan menuai reaksi beragam.

Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat ( MUI Jabar ) menyatakan anjuran yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan pada Masa Pandemi Covid-19 itu dapat memicu kontroversi. 

"Ibadah ini kan urusan sangat penting. Sekarang sudah landai (pandemi) hingga saya kira tidak harus memilah-milah orang tua. Terpenting aturan PPKM diterapkan, bukan berarti tidak boleh datang ke tempat Ibadah," ujar Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar, saat dihubungi, Rabu (27/10/2021).

Para lansia, ujar Rafani, sebaiknya tetap diizinkan beribadah di rumah ibadah, dengan catatan harus menerapkan prokes yang ketat.

"Soal memungkinan terpapar atau tidak terpapar, Covid-19 itu tidak pandang bulu. Tidak orang tua, anak-anak, orang dewasa. Terpenting prokesnya diketatkan," kata Sekretaris MUI Jabar itu.

Rafani Achyar saat ditemui di Kantor MUI Jabar Jl RE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (28/11/2018).
Rafani Achyar saat ditemui di Kantor MUI Jabar Jl RE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (28/11/2018). (Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik)

Rafani menyarankan, daripada mengeluarkan aturan kontroversi, sebaiknya Kemenag mendukung pemerintah dalam menggencarkan vaksinasi agar target vaksinasinya segera tercapai.

Baca juga: Setelah Setahun Ketakutan, Lansia di Majalengka Ini Akhirnya Ikut Vaksinasi: Nggak Sakit, tapi . . .

"Menurut saya, lebih baik digencarkan vaksinasi, dukung saja pemerintah bagaimana supaya target vaksinasi itu segera tercapai. Ini kontroversi, nanti digoreng lagi sama orang-orang, seolah ada larangan ke tempat ibadah," ucapnya.

Keberatan pada anjuran Kemenag, kemarin, juga diungkapkan sejumlah lansia yang dihubungi Tribun Jabar.

Hatimah (80), warga Dusun Nyalindung, Desa Mekarsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, mengaku sulit mengerti kenapa pembatasan dilakukan terhadap lansia yang akan memperingati hari besar Islam di masjid. 

"Enggak setuju atuh, masa lansia dilarang. Memangnya atas dasar apa? Karena rentan terkonfirmasi Covid-19? Ya, semua orang juga (rentan), enggak tua, enggak muda, sama aja rentan," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved