Bupati Bandung Minta Kepala Desa dan Kader Posyandu Bantu Tekan Kasus Pernikahan Anak di Bawah Umur

Bupati Bandung, Dadang Supriatna kaget saat mengetahui tingginya kasus pernikahan anak di bawah umur di Kabupaten Bandung.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Lutfi Ahmad
Bupati Bandung Dadang Supriatna 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Bupati Bandung, Dadang Supriatna kaget saat mengetahui tingginya kasus pernikahan anak di bawah umur di Kabupaten Bandung.

Dadang Supriatna tak menyangkal adanya peningkatan pernikahan anak di bawah umur di setiap tahunnya khususnya saat pandemi Covid- 19.

"Memang saya kaget dengan adanya peningkatan pernikahan anak di bawah umur. Saya baca langsung dikirim ke Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, bahwa ini harus segera diantisipasi," ujar Dadang Supriatna, di Gedung Moch Toha, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (28/10/2021).

Baca juga: Kasus Pernikahan Anak di Bawah Umur di Kabupaten Bandung Meningkat Selama 3 Tahun Terakhir

Bupati Bandung mengatakan jangan sampai pernikahan anak di bawah umur ini terjadi lagi.

"Apalagi kasusnya terus meningkat, tentu kami juga meminta peran daripada orangtua karena peran orangtua ini tak bisa dihindari," kata Dadang.

Dadang menjelaskan, saat itu anak-anak yang biasa sekolah disibukan dengan kegiatan di sekolah.

"Hampir 2 tahun diam di rumah, hanya bermain dengan handphone, mungkin ada pengaruh juga dengan digitalisasi. Dengan program yang sudah saya luncurkan sekolah mengaji, itu suatu langkah dan upaya," tuturnya.

Baca juga: Kata Plt Bupati Bandung Barat, Kades Cikole dan Eks Kades Cibogo Lembang Tersangka Korupsi Rp 50 M

Dadang mengatakan, maka peran orangtua harus bisa mendidik anaknya masing-masing dengan baik.

"Kepada kepala desa harus ada pengajian rutin, sehingga ada suatu pencegahan dan informasi. Lalu kader-kader ini difungsikan untuk mengedukasi, insya Alloh kita akan bisa mengurangi dengan kekompakan ini," ucapnya.

Adapun kasus pernihakan anak di bawah umur di Kabupaten Bandung, tahun 2019 terdapat 443 orang, tahun 2020, 669 orang, tahun 2021 hingga bulan Juli sudah sekitar 600  orang.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved