Breaking News:

Maling Apes di Garut

Kejam, Ini yang Dilakukan Satu Pelaku Pengeroyokan Saat Lihat Terduga Maling Masih Hidup di Liang

Nasib tragis di alami Maman (50). Dia kehilangan nyawa dengan cara yang menyedihkan setelah hendak mencuri di Kampung Sengklek.

Editor: Giri
Istimewa/Dok Desa Sindangsari
Korban amuk massa di Garut saat dievakuasi dari kaki Gunung Cikuray. 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Nasib tragis di alami Maman (50). Dia kehilangan nyawa dengan cara yang menyedihkan setelah hendak mencuri di Kampung Sengklek, Desa Sindangsari Kecamatan Cigedud, Garut.

Karena ketahuan warga, dia pun dikeroyok hingga mengembuskan napas terakhir.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada 12 Oktober 2021.

Saat tak sadarkan diri karena diamuk massa, tubuhnya diarak sejauh dua kilometer untuk dikuburkan di kaki Gunung Cikuray.

Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono, mengatakan, dalam kasus ini, Polres Garut menetapkan 14 tersangka.

Kata dia, satu tersangka berinisial S (39).

Sebelum Maman dikubur, S menyadari dia masih hidup.

S kemudian turun ke dalam lubang kuburan dan menyayat leher korban dengan golok.

"Saat penguburan ternyata korban masih dalam keadaan hidup kemudian ada pelaku dengan inisial S langsung datang masuk ke dalam galian tersebut dan kemudian menghabisi saudara Maman ini dengan menyayat leher Maman," ujar AKBP Wirdhanto Hadicaksono dalam pers konferensi di Polres Garut, Selasa (26/10/2021).

Saat dipastikan Maman sudah dalam keadaan tidak bernyawa, kemudian para tersangka kembali menguburnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved