Breaking News:

Warga Purwakarta yang Terjerat Pinjol Bisa Lapor ke Baznas Untuk Dibantu Pelunasan, Begini Syaratnya

Kabar baik bagi warga Purwakarta yang terjerat pinjol Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Purwakarta memberikan kesempatan bagi yang tak mampu bayar

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/IRVAN MAULANA
Badan Amil Zakat Nasional, Kabupaten Purwakarta 

Bagi korban pinjaman online (pinjol) yang gagal bayar, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Purwakarta membuka kesempatan untuk membantu dengan beberapa ketentuan, simak syarat dan ketentuannya.

Ketua Baznas Purwakarta Safarudin mengatakan, masyarakat yang punya hutang pinjol mereka termasuk dalam kategori garimin.

Untuk melunasi hutang tersebut Baznas Purwakarta bersedia membantu asalkan korban pinjol tersebut melapor dan melakukan permohonan bantuan.

"Disini kita punya peraturan karena hal seperti itu juga terikat oleh regulasi di Baznas, kita harus mempertanggungjawabkan kepada muzaki atau penitip zakat, diaudit oleh lembaga publik dan lembaga syariah, jadi laporannya harus rinci," kata Safarudin.

Para pemohon bantuan tersebut harus termasuk dalam golongan ke 8 kategori asnaf, seperti fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fi sabilillah dan ibnu sabil.

"Orang yang punya hutang sendiri termasuk dalam kategori gharimin, jadi persyaratnya kita harus juga dilengkapi sejumlah dokumen," kata dia.

Dokumen persyaratan tersebut yaitu, foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), foto kopi Kartu Keluarga (KK), Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa setempat, berikut dengan bukti tagihan hutang tersebut.

"Nanti setelah ada pengajuan kita survei ke kediamannya, kita harus pastikan bahwa orang itu benar-benar perlu dan layak dibantu. Setelah dipastikan misal hutangnya ke bank mana kita cari dan kita bayarkan. Namun Baznas sendiri bersifat stimulan, jumlah bantuan yang diberikan juga disesuaikan dengan kemampuan Baznas," ujarnya.

Jika memang hutangnya masih lebih besar dari kemampuan Baznas, sisanya nanti orang tersebut bisa mencari bantuan dari pihak lain.

"Baznas sifatnya meringankan, karena kita juga kemampuannya terbatas sementara harus melayani kebutuhan yang lain, mereka tetap kita layani asal masuk ke 8 kategori asnaf tadi," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved