Breaking News:

Penagih Pinjol di Cengkareng Ditangkap, Beri Ancaman ke Nasabah, dari Edit Foto sampai Ancam Santet

Mereka tak segan menagih dengan mengancam akan menyebarkan foto-foto yang mengandung unsur pornografi hingga ancaman santet

TRIBUNJABAR.ID/PADNA
ILUSTRASI - RS, warga Kalipucang, Pangandaran menunjukkan bukti ancaman dari pengelola pinjaman online alias pinjol via HP 

Adapun 6 lokasi itu berada di daerah Green Tangerang, Cengkareng, Karet Pasar Baru, Kelapa Dua Tangerang, hingga Kelapa Gading.

Dari rangkaian pengungkapan tersebut, 13 orang telah ditetapkan tersangka dari 5 lokasi penggerebekan.

Polisi terus menyisir segala bentuk praktik pinjaman online ilegal dengan berpatroli siber.

Selain itu, Ditreskrimsus juga membuka layanan pengaduan masyarakat yang dirugikan oleh jerat pinjaman online.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis, pihaknya saat ini sedang menyusun aplikasi perihal praktik pinjaman online.

Lewat aplikasi itu, nantinya masyarakat bisa melaporkan sekaligus membantu membedakan mana aplikasi pinjol yang legal dan ilegal serta layanan aduan.

"Polda Metro Jaya sedang susun platform agar masyarakat dapat melihat aplikasi itu legal atau ilegal," kata Auliansyah di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Baca juga: Nasabah Pinjol di Pangandaran Tahan Bayar Utang, Setelah Keluarga Diancam dan Nasabah Akan Disantet

Polri Buka Hotline Aduan Bagi Korban Teror Pinjol Ilegal

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri membuka hotline pengaduan bagi masyarakat yang menjadi korban teror pinjaman online (pinjol) ilegal.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika menyebut pengaduan bisa dilaporkan ke akun Instagram maupun melalui aplikasi pesan WhatsApp.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved