Breaking News:

Nasabah Pinjol di Pangandaran Tahan Bayar Utang, Setelah Keluarga Diancam dan Nasabah Akan Disantet

Merasa jengkel setelah keluarganya diancam dan akan disantet, nasabah pinjaman online (Pinjol) di Pangandaran menahan pembayaran utangnya.

Penulis: Padna | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/PADNA
RS, warga Kalipucang, Pangandaran menunjukkan bukti ancaman dari pengelola pinjaman online alias pinjol via HP 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Merasa jengkel setelah keluarganya diancam dan akan disantet, nasabah pinjaman online (Pinjol) di Pangandaran menahan pembayaran utangnya.

Nasabah pinjol ini berinisial RS (30) warga Desa Cibuluh, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

RS mengaku diteror oleh nomor yang tidak dikenal sudah ada dua bulan ini setelah meminjam pinjol.

"Bulan September-Oktober 2021 ini saya diteror. Pokoknya, saya  tidak pernah membayar tagihan pinjol setelah banyak nomor yang meneror keluarga," ujar RS saat ditemui Tribunjabar.id di rumahnya, Selasa (26/10/2021) siang.

Mendingan, kalau ia pribadi yang diteror bukan keluarganya.

"Ini keluarga saya ikut diteror dan mengancam lagi. Katanya, istri saya mau diculik terus akan ditelanjangi, rumah mau di bakar, keluarga mau ditembak terus mau dibakar dan saya juga mau di santet karena katanya foto saya sudah ada. Dan tidak satu nomor tapi banyak nomor yang nerornya," katanya.

Harusnya, kata dia, kalau mau menagih itu cara menagihnya secara sopan dan jangan sampai meneror apalagi mengancam keluarganya.

"Pinjam uang melalui aplikasi pinjol pertama saya bayar sampai lunas, tapi selanjutnya gagal bayar karena saya telat satu hari terus banyak nomor masuk yang meneror," ucap RS.

"Mendingan kalau menagihnya biasa saja, itu malah bikin saya jadi berontak dan untuk saat ini tidak mau melunasi hutang Pinjol," ujarnya.

Padahal, kata RS, jika tidak ada nomor yang meneror dan bahasanya tidak bernada ancaman Ia akan melunasinya.

"Saya pinjam karena butuh, dan ada itikad baik untuk melunasi. Tapi kalau seperti ini, saya milih melawan. Saat ada nomor yang menlpon, sempat saya suruh kemari dan bila perlu saya berangkat ke kantornya. Tapi, ditunggu gak ada dan tidak memberikan alamat kantornya," kata RS. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved