Breaking News:

MUI Sebut Utang Pinjol Wajib Dibayar, Nasabah Ini Siap Lunasi Dengan Syarat Tidak Ada Ancaman

MUI sebut utang pinjol harus dibayar, RS, seorang nasabah pinjol di Pangandaran siap membayar dengan syarat secara langsung dan tidak ada ancaman.

Penulis: Padna | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/PADNA
RS, warga Kalipucang, Pangandaran menunjukkan bukti ancaman dari pengelola pinjaman online alias pinjol via HP 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Jika Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan utang pinjaman online (pinjol) wajib dibayar, RS, seorang nasabah pinjol di Pangandaran siap membayar dengan syarat secara langsung dan tidak ada ancaman.

Diketahui, nasabah Pinjol ini berinisial RS (30) warga di Desa Cibuluh, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa barat.

"Saya siap bayar hutang ke Pinjol tapi bisa kan pokoknya saja? Terus Saya ingin bayar langsung, tidak mau lewat debt collector. Dan Saya ingin, tidak ada lagi teror ancaman apalagi menyangkut nyawa keluarga," ujar RS saat ditemui Tribunjabar.id di rumahnya, Selasa (26/10/2021) siang

Meskipun kondisinya sekarang ini tidak ada uang, Ia sudah berniat baik dan siap membayar hutangnya.

"Tapi kalau cara penagihannya seperti itu (Mengancam) seperti akan membakar keluarga, menembak, nyantet ataupun membakar rumah Saya, saya malah tidak nyaman dan resah takut ada apa-apa kepada keluarga," katanya.

Makanya, RS memilih untuk berontak dan melawannya.

"Meskipun tidak melapor ke polisi, saya sudah siap dan sudah ada bukti ancamannya. Sudah ini tagihannya, membengkak lagi," ujar RS.

Anehnya, ungkap RS, dahulu sewaktu Ia memilih pinjaman nominal uang di Pinjol tidak sesuai dengan keinginannya

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved