Breaking News:

Biaya Tes Dinilai Memberatkan, Muncul Petisi Penghapusan Aturan PCR Negatif untuk Penerbangan

Protes terhadap aturan penumpang pesawat harus memiliki hasil tes PCR negatif akhirnya dituangkan dalam bentuk petisi. 

Editor: Giri
Petisi hapus tes PCR untuk penumpang pesawat yang dinilai memberatkan. (tangkapan layar) 

Sebelumnya, Wiku menjelaskan alasan tes PCR hanya diwajibkan bagi pelaku perjalanan udara.

Dia menjelaskan, hal tersebut berkaitan dengan pengaturan kapasitas penumpang moda transportasi lain yang tidak sebanyak pesawat.

"Untuk moda transportasi lainnya masih dibatasi 70 persen (penumpang)," jelas dia, dikutip dari pemberitaan Kompas.com.

Sementara itu, saat ini kapasitas penumpang pesawat udara dinaikkan dari 70 persen menjadi 100 persen.

Merespons aturan itu, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, menyebut pemerintah diskriminatif.

"Memberatkan dan menyulitkan konsumen. Diskriminatif, karena sektor transportasi lain hanya menggunakan antigen," tuturnya.

Menurutnya, ketentuan harga eceran tertinggi (HET) tes PCR di lapangan banyak diakali oleh penyedia, sehingga harganya naik berkali lipat.

Oleh karena itu, Tulus meminta syarat wajib PCR sebaiknya dibatalkan, atau direvisi aturan pelaksananya.

Ia menyarankan agar waktu pemberlakuan PCR menjadi 3x24 jam, mengingat di sejumlah daerah tidak semua laboratorium PCR bisa mengeluarkan hasil cepat. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Muncul Petisi Hapus PCR untuk Penumpang Pesawat, Ini Kata Satgas Covid", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2021/10/25/200000765/muncul-petisi-hapus-pcr-untuk-penumpang-pesawat-ini-kata-satgas-covid?page=all#page2.

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved