Persib Bandung

Bek Persib Bandung Victor Igbonefo Lebih Mudah Baca Pergerakan Pemain Cepat

Pada 2019, Victor Igbonefo kembali ke tim Thailand PTT Rayong dan kembali lagi membela Persib Bandung pada 2020

Penulis: Fakhri Fadlurrohman | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Deni Denaswara
MENGHINDAR : Pemain Persib Bandung Victor Igbonefo (tengah) berusaha menghindar dari Fabiano Beltrame saat mengikuti gim internal di Stadion Siliwangi, Bandung, Rabu (20/2/2020). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Fakhri Fadlurrohman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Persib Bandung saat ini memiliki bek-bek handal yang ditakuti para penyerang lawan di Indonesia. Satu di antaranya adalah Victor Igbonefo.

Victor Igbonefo pertama kali bergabung dengan Persib Bandung pada 2017 dari tim Thailand Nakhon Ratchasima Swat Cat FC.

Pada 2019, Victor Igbonefo kembali ke tim Thailand PTT Rayong dan kembali lagi membela Persib Bandung pada 2020 hingga sekarang dan beberapa kali dipercaya menjadi kapten tim.

Siapa sangka, pria kelahiran Nigeria ini mempunyai kesan tersendiri terhadap Nigerdock Soccer Academy dan First Bank FC yang membawanya berkarier menjadi pesepakbola profesional.

"Di Akademi aku belajar banyak menjadi profesional saat aku masih muda dan First Bank klub yang kasih aku kesempatan untuk main di liga profesional di Nigeria" ujarnya ketika diwawancarai di Youtube Persib belum lama ini.

Baca juga: Persib Versus PSIS, Mencari Tim Terakhir yang Tak Tersentuh Kekalahan, Ini Catatan Pertemuannya

Selama Victor Igbonefo berkarier di Indonesia, kedua mantan rekannya di Persipura yaitu Boaz Solossa dan Ricardo Salampessy menjadi pemain yang berkesan baginya. Mereka dianggap sosok yang memiliki kepemimpinan di tim.

Dari sisi permainan di lapangan, penggemar lagu hiphop ini mengaku lebih menyukai intercept daripada berduel di udara dengan lawan.

"Aku lebih senang intercept karena aku lebih suka baca (pergerakan lawan)" ujarnya.

Selama berkarier menjadi bek di ajang liga profesional, Victor Igbonefo memiliki kesulitan untuk mengantisipasi pergerakan lawan baik ketika corner kick dan free kick, tapi sebagai bek harus siap dalam berbagai situasi.

"Dua-duanya bahaya (free kick dan corner kick), itu situasi yang sulit, tapi sebagai bek di setiap situasi kamu harus tangguh."

"Bek yang menggunakan kekuatan pun tidak mudah dijaga, tapi kalau pemain yang lari (cepat) menurut saya mungkin sebelum pas aku bisa baca dan potong," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved