Breaking News:

Sering Terjebak Eceng Gondok Bendungan Jatiluhur, Peternak Ikan Banyak Merugi Belasan Juta

Hamparan eceng gondok di permukaan air Bendungan Jatiluhur Purwakarta masih jadi teror menakutkan bagi peternak ikan. 

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Mega Nugraha
Foto istimewa dokumentasi Satpolairud Polres Purwakarta.
Perahu kembali terjebak eceng gondok 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Hamparan eceng gondok di permukaan air Bendungan Jatiluhur Purwakarta masih jadi teror menakutkan bagi peternak ikan

Pasalnya, hamparan eceng gondok di permukaan air Bendungan Jatiluhur menghambat para peternak ikan beraktivitas. 

Banyak ikan hasil panen mereka mati akibat terlalu lama di atas perahu lantaran terjebak hamparan eceng gondok.

Akibatnya, banyak yang merugi. Seperti yang dialamu Ade Sanim (32), peternak ikan asal Plered, Kabupaten Purwakarta.

"Sudah hampir satu bulan lebih saya tidak ngirim bibit ikan nila maupun emas ke sana karena takut terjebak eceng gondok," ujar Ade kepada Tribun, Senin (25/10/2021).

Baca juga: Kerja Bakti Masih Manual, Dalam Sehari hanya Bisa Angkut 10 Truk Eceng Gondok dari Waduk Jatiluhur

Dia mengaku kehilangan omzet belasan juta rupiah akibat terdampak eceng gondok. Padahal, dalam satu pekan biasanya ia mengirim benih ikan nila maupun emas 2-3 kali. Dengan kiriman tersebut tersebut ia bisa memperoleh keuntungan belasan juta.

"Satu kali kirim 400 sampai 500 kilogram, dengan harga jual bibit ikan nila Rp 24 ribu dan bibit ikan emas Rp 28 per kilogram. Tapi keuntungan hasil penjualan itu sekarang malah jadi kerugian," kata dia.

Untuk sementara, dia berhenti mengirim benih ikan karena takut terjebak eceng gondok di tengah perairan Bendungan Jatiluhur seperti yang pernah dia alami sebelumnya.

Dia bercerita, saat terjebak berjam-jam di tengah eceng gondok, selain bibit ikan mati, ia harus bisa bertahan menunggu pertolongan, bahkan sebelumnya ia sampai bermalam.

"Saya sampai bermalam di atas perahu,  untungnya ditolong teman. Jadi saya memilih untuk tidak kirim bibit dulu ke Bendungan Jatiluhur, selain khawatir kejabak lagi, untuk meminimalisasi dampak kerugian," imbuhnya.

Ia berharap otoritas terkait turun tangan menangani masalah eceng gondok yang menghambat perekonomian para peternak ikan tersebut. 

"Kondisi ini harus segera ditangani dengan serius, karena jika dibiarkan tidak menutup kemungkinan para petambak ikan akan terus merugi dan kehilangan mata pencaharian, dampak lain bahkan juga dirasakan oleh warga yang kesehariannya harus menyebrang Bendungan Jatiluhur," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved