Breaking News:

Mantan Kapolda Jabar Minta Maaf Atas Kesalahan Kapolsek Nakal, Janji Menangani dengan Profesional

Permintaan maaf disampaikan Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), Irjen Rudy Sufahriadi, terkait kasus asusila yang dilakukan anggotanya.

Editor: Giri
Tribun Palu
Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi saat Konferensi Pers di Kantor DP3AP2KB Parigi Moutong, Desa Kampal, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng, Selasa (19/10/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, PALU - Permintaan maaf disampaikan Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), Irjen Rudy Sufahriadi. Dia meminta maaf kepada semua masyarakat terkait kasus asusila yang dilakukan anggotanya.

Permintaan maaf mantan Kapolda Jawa Barat itu menyusul adanya dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh anggotanya, mantan Kapolsek Parigi berinisial Iptu IDGN.

“Selaku Kapolda Sulteng saya menyampaikan permohonan maaf saya kepada masyarakat karena masih ada anggota yang melakukan pelanggaran disiplin,” kata Rudy di Palu, Minggu (24/10/2021).

Rudy menegaskan, telah menindak dan memberikan hukuman tegas kepada anggota Polri yang melakukan kesalahan maupun pelanggaran hukum lainnya, sesuai instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Sesuai dengan instruksi Kapolri, kita tidak boleh ragu-ragu untuk menindak dan memberikan hukuman,” ucap Rudy.

Rudy menambahkan, pemberian sanksi hukum juga berlaku untuk semua anggota yang terbukti melakukan kesalahan maupun pelanggaran hukum lainnya.

“Kami akan tegas menangani anggota yang terbukti salah," tutur Rudy.

Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) merekomendasikan eks Kapolsek Parigi terlibat tindak asusila kepada anak tahanan S (20) dipecat secara tidak hormat. (handover/Polda Sulteng)
Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) merekomendasikan eks Kapolsek Parigi terlibat tindak asusila kepada anak tahanan S (20) dipecat secara tidak hormat. (handover/Polda Sulteng) ((handover/Polda Sulteng))

Rudy mengaku sudah mendatangi rumah korban dan meyakinkan kepada keluarganya bahwa Polri akan bertindak profesional dalam kasus ini.

Iptu IDGN sebelumnya sudah menjalani sidang kode etik yang digelar pada Sabtu (23/10/2021).

Dari hasil sidang tersebut, Iptu IDGN dinyatakan melanggar etik dan direkomendasikan untuk pemberhentian tidak dengan hormat atau dipecat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved