Breaking News:

Inspektorat KBB Temukan Dugaan Pungli Vaksinasi Covid-19, Harus Bayar Hingga Nyaris Rp 1 Juta

Inspektorat Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengendus dugaan pungutan liar (pungli) pada vaksinasi Covid-19 di objek wisata Dusun Bambu

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Hilman Kamaludin
Vaksinasi Covid-19 di Dusun Bambu belum lama ini 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Inspektorat Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengendus dugaan pungutan liar (pungli) pada vaksinasi Covid-19 di objek wisata Dusun Bambu, Kecamatan Cisarua, KBB beberapa waktu lalu.

Pungli vaksinasi Covid-19 itu diduga dilakukan oknum yang menjual nama instansi dinas. Dalam temuannya, sejumlah peserta vaksinasi diminta biaya Rp 500 ribu hingga 900 ribu untuk mempercepat antrean vaksinasi dan menjamin peserta yang sudah membayar itu bisa mendapat dosis vaksin.

Sekretaris Badan Inspektorat KBB, Bambang Eko Wahjudi, mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, bahwa pungutan itu untuk mempermudah pelayanan khusus bagi orang-orang tertentu.

"Saat ini masih penyelidikan. Surat perintah audit sudah turun, tinggal menunggu hasilnya," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (25/10/2021).

Baca juga: Plt Bupati KBB Hengky Kurniawan Minta Warga KBB yang Terjebak Utang Pinjol Ikuti Saran Menkopolhukam

Untuk melakukan penyelidikan kasus tersebut, saat ini pihaknya telah menerjunkan inspektur pembantu khusus (Irbansus) karena dalam aturan tidak diperkenankan ada pungutan dalam proses vaksinasi, baik dosis vaksin maupun pelayanan vaksinnya. 

"Nanti kita akan selidiki siapa pelakunya, bentuk pelanggarannya, serta pelakunya apakah melibatkan ASN atau tidak. Tapi itu baru bisa dibuka saat penyelidikan ini selesai," kata Bambang.

Bambang menegaskan, jika ada ASN yang terlibat dalam kasus pungli ini, pihaknya akan memberi tindakan tegas karena kejadian ini dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

Dengan demikian, kata Bambang, jika ada ASN yang terlibat dalam kasus pungli vaksinasi ini, maka bisa dijerat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai.

"Yang jelas kita sedang berproses terus karena pak Plt Bupati juga sudah beri atensi agar diselidiki," ucapnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan KBB, vaksinasi di objek wisata Dusun Bambu digelar pada 30 September 2021 dan merupakan rangkaian acara vaksin untuk mencapai target 100 persen vaksinasi 12 November 2021. Dalam kegiatan itu, target sasaran vaksin mencapai 1.000 orang lebih dengan doain vaksin Pfizer.

Kepala Dinas Kesehatan KBB Eisenhower Sitanggang, mengatakan, pungli tersebut tidak dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan, tetapi ada oknum yang menjual instansi dinas dan saat ini kasusnya sudah ditangani aparat kepolisian dan Inspektorat KBB

"Itu bukan soal jual beli vaksin, tapi ada orang ingin bebas antrean vaksin terus ngasih duit. Kalau dia mau bebas antrean harus bayar. Ini ranahnya sudah kepolisian dan inspektorat juga sudah tangani," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved