Breaking News:

Headline Tribun Jabar

Headline Tribun Jabar, YLKI Duga Ada Mafia PCR, Syarat PCR Calon Penumpang Pesawat Udara Diprotes

Headline Tribun Jabar, hari ini memberitakan dugaan YLKI ada mafia PCR. Berbagai elemen masyarakat pun memprotes pemberlakuan PCR Calon bagi penumpang

Tribun Bali
Ilustrasi penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali 

Headline Tribun Jabar, hari ini memberitakan dugaan YLKI ada mafia PCR.

Berbagai elemen masyarakat pun memprotes pemberlakuan PCR Calon bagi penumpang pesawat udara.

Ikuti headline Tribun Jabar selengkapnya di bawah ini.

Bandara Husein Sastranegara Bandung lakukan penyesuaian batas tarif tes Antigen dan PCR sesuai arahan pemerintah, sebagai dokumen syarat perjalanan pengguna layanan transportasi udara dimasa PPKM level 3 Bandung Raya, Rabu (25/8/2021).
Bandara Husein Sastranegara Bandung lakukan penyesuaian batas tarif tes Antigen dan PCR sesuai arahan pemerintah, sebagai dokumen syarat perjalanan pengguna layanan transportasi udara dimasa PPKM level 3 Bandung Raya, Rabu (25/8/2021). (TRIBUNJABAR.ID/CIPTA PERMANA)

TRIBUNJABAR.ID - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menduga ada mafia di balik pengadaan tes polymerase chain reaction atau PCR yang kini menjadi syarat wajib bagi calon penumpang pesawat udara. Para mafia itu diduga memainkan harga demi mengejar keuntungan.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, mengatakan, para mafia tes PCR diduga memainkan harga guna mengakali harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
HET PCR di lapangan banyak diakali oleh provider dengan istilah "PCR Ekspress". Alhasil, harga tes PCR kemudian naik berkali-kali lipat.

”HET PCR di lapangan banyak diakali provider (penyedia) dengan istilah 'PCR Ekspress', yang harganya tiga kali lipat dibanding PCR yang normal. Ini karena PCR normal hasilnya terlalu lama, minimal 1x24 jam,” kata Tulus dalam keterangannya, Minggu (24/10).

"Demi mengakali HET reguler yang harganya Rp 495 ribu, dibuatlah PCR ekspress dan sejenisnya dengan harga selangit," lanjut Tulus.

Tulus menduga pihak lab berusaha menemukan celah agar bisa mematok harga lebih tinggi untuk tes PCR. Ia mengamati saat ini di lapangan ragam harga tes PCR didasarkan pada berapa lama hasil tesnya keluar.

Ia mencontohkan untuk hasil tes yang keluar setelah 6 jam dihargai sekitar Rp 1,5 juta di Jakarta. Di Yogyakarta tarifnya di kisaran Rp 750.000.

”Di tempat lain juga beda. Saya menduga ini permainan pihak lab saja. Sebenarnya tes PCR tidak harus 1x24 jam jadi, tapi bisa lebih cepat dengan harga yang sama (HET)," ujar Tulus.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved