Dibantai Liverpool di Kandang Sendiri, Pelatih Manchester United Ogah Menyerah, Yakin Segera Bangkit

Bagi Manchester United, kekalahan telak ini sangat menyesakkan, terutama kalah dari rival utama sekaligus tak mampu bikin gol di rumah sendiri.

Editor: Ravianto
(Photo by Oli SCARFF / AFP)
Manajer Manchester United asal Norwegia Ole Gunnar Solskjaer (kiri) dan manajer Liverpool Jerman Jurgen Klopp (kanan) menyaksikan pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Manchester United dan Liverpool di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, pada 24 Oktober 2021. (Photo by Oli SCARFF / AFP) 

Guardiola telah membawa Man City meraih tiga gelar liga sejak ia bergabung dengan klub itu pada 2016.

Sementara Tuchel membawa Chelsea meraih kejayaan Liga Champions hanya dalam empat bulan masa jabatannya.

Baca juga: Hattrick ke Gawang Manchester United, Mo Salah Kini Lebih Hebat dari Didier Drogba

Sejatinya, Man United pernah berpeluang menggaet tiga nama top itu. Namun, MU gagal memikat Guardiola.

Klopp memilih melatih Liverpool sedangkan Tuchel, malah tidak dilirik manajemen MU saat dia tersedia setelah pemecatannya oleh Paris Saint-Germain musim lalu.

Ole Gunnar Solskjaer kemudian dipilih sebagai pelatih dengan kontrak tiga tahun pada bulan Juli.

Keputusan itu saat ini tengah panen ejekan di tengah kemerosotan performa Man United.

Tanpa mengurangi jasa Ole yang membawa MU duduk di posisi kedua klasemen musim lalu, saat ini Man United memang sedang terpuruk.

Mereka menderita lima kekalahan dalam sembilan pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi.

Selain itu Man United telah kalah tiga kali dari empat pertandingan terakhir mereka di liga, kebobolan 11 gol dalam periode itu.

Meskipun posisi Ole Gunnar Solskjaer menjadi semakin tidak pasti, dia menepis anggapan kalau dia sudah kalah dalam pertarungan dan persaingan yang begitu ketat.

Ole enggan menyerah. Dia justru menilai periode sulit ini sebagai momentum 'bouncing', seperti yang sudah pernah dialami MU sebelumnya.

“Tidak, waktunya sekarang,” kata Solskjaer dilansir manchester evening news.

“Dan Manchester United pernah mengalami masa-masa sulit, masa-masa sulit sebelumnya, dan kami selalu bangkit dan menghadapi tantangan,".

"Musim lalu, ya, kami kedua. Musim ini kami memulai dengan buruk, kami telah menabrak tembok dan Anda harus melewatinya, mulai membangun penampilan, mulai membangun hasil, mulai kembali memperjuangkan clean sheet, dan lihat di mana itu membawa kita ke akhir musim," kata Ole.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved