Breaking News:

Wisatawan Mulai Serbu Objek Wisata di Lembang, Ini Langkah Pengelola Cegah Tarif Parkir Tak Awajar

Tarif parkir Rp 150 ribu di sekitar objek wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), sempat heboh hingga viral di sosial media.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kondisi arus lalu lintas di sekitar tempat wisata Farm House. Pihak pengelola Farm House mengantisipasi keberadaan oknum yang menarik tarif parkir tidak wajar. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Tarif parkir Rp 150 ribu di sekitar objek wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), sempat heboh hingga viral di sosial media.

Sebab tarif parkir sebesar itu dinilai sangat tidak wajar.

Seperti diketahui, aksi parkir liar dengan tarif mahal itu dilakukan oleh tiga oknum warga terhadap pengelola bus pariwisata di luar lahan parkir objek wisata Farm House, hingga akhirnya mereka pun harus berurusan dengan polisi.

Kini pengelola objek wisata di Lembang pun melakukan berbagai cara antisipasi untuk mencegah kejadian sama tak terulang lagi.

Sebab tingkat kunjungan wisatawan kali ini mulai meningkat setelah semua objek wisata kembali dibuka saat penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2.

"Sebaiknya bagi wisatawan yang mau berkunjung ke tempat wisata, datang dulu deh ke tempatnya. Jangan sampai mencari tempat parkir di luar tempat-tempat wisata," ujar Public Relation Farm House, Intania Setiati, kepada Tribun Jabar, Minggu (24/10/2021).

Ia mengatakan, untuk mencegah tarif parkir Rp 150 ribu di luar objek wisata itu, pihaknya sudah menyiapkan lahan parkir yang cukup luas untuk menampung ratusan kendaraan wisatawan, baik motor, mobil, maupun bus pariwisata.

"Yang jelas kita juga selalu sosialisasikan bahwa di tempat wisata sendiri kita sudah menyiapkan tempat parkir," katanya.

Selain itu pihaknya juga terus berkoordinasi dengan aparat pemerintah setempat, terutama pihak desa untuk menertibkan oknum warga yang melakukan parkir liar di sekitar objek wisata.

"Itu dilakukan supaya semua penduduk di sekitar objek wisata ini bisa ikut merasakan meningkatnya perekonomian setelah ada peningkatan pengunjung," ucap Intania.

Ia mengatakan, semua langkah antisipasi itu perlu dilakukan karena pengunjung objek wisata terus meningkat setiap pekan, apalagi saat ini ada pelonggaran pada sektor pariwisata.

"Alhamdulillah sekarang terus ada peningkatan meskipun belum signifikan. Lumayan lah ada peningkatan sampai 20 persen daripada sebelumnya," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved