Breaking News:

Kang DS Minta Camat Lakukan Akselerasi Vaksinasi Covid-19, Ingin Capai Angka Ini di Akhir Oktober

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menginstruksikan para camat agar gencar mengakselerasi vaksinasi.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Giri
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, meminta para camat untuk mengakselerasi vaksinasi Covid-19 untuk mengejar capaian target 60 persen pada akhir Oktober, Minggu (24/10/2021). (Humas Pemkab Bandung) 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menginstruksikan para camat agar gencar mengakselerasi vaksinasi.

Instruksi tersebut disampaikan dalam upaya mencapai target vaksinasi 60 persen di semua kecamatan pada akhir Oktober ini.

"Saya minta tiap kecamatan untuk bisa membuat jadwal langsung. Jadwal ini nanti harus disepakati oleh Dinas Kesehatan, para camat, dan para kades. Dengan kerja sama berbagai pihak, saya optimis kita semua bisa mencapai angka yang sudah kita targetkan," ujar Dadang saat ditemui di Rumah Dinas Bupati, Minggu (24/10/2021).

Sebagai upaya akselerasi, Dadang menuturkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung telah menyiapkan beberapa fasilitas pendukung di antaranya, penyediaan vaksin serta menambah tenaga kesehatan (nakes), sebagai vaksinator.

"Untuk nakesnya kita sudah anggarkan, maka saya harap sudah tidak ada lagi kendala, entah itu kekurangan vaksin atau kekurangan nakes. Karena semuanya sudah kita sediakan, masyarakat hanya perlu mendaftarkan diri dan datang sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh panitia," ucapnya.

Bupati menilai pelaksanaan vaksinasi yang sudah dilakukan oleh Pemkab Bandung, tidak luput dari berbagai kendala.

Salah satunya keterbatasan akses transportasi yang terjadi di beberapa kecamatan, sehingga menyulitkan masyarakat untuk datang langsung ke lokasi vaksin.

"Kecamatan yang berada di daerah pegunungan, kadang terkendala oleh jarak tempuh. Ada beberapa wilayah yang tidak bisa dilalui oleh mobil, sehingga kita harus mempunyai strategi khusus untuk mengantisipasi itu. Apakah dengan vaksinasi jemput bola ke setiap rumah atau strategi lainnya yang harus kita pikirkan bersama," ujar pria yang akrab disapa Kang DS tersebut.

Selain itu, kendala lainnya yaitu masyarakat di daerah pegunungan yang mayoritas berprofesi sebagai petani meminta jadwal pelaksanaan vaksinasi pada siang hari mengingat pagi hingga siang hari merupakan waktu untuk bekerja.

"Kadang-kadang mereka minta waktunya setelah bakda zuhur. Tentu akan kita fasilitasi pendistribusian vaksin dan nakesnya. Tapi saya minta masyarakatnya harus hadir semua, tidak ada alasan lain karena semuanya sudah kita siapkan," ucapnya.

Dadang  berharap, kendala yang terjadi tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk segera mendapatkan vaksin.

Kondisi Covid-19 yang sudah melandai, dinilainya harus tetap diiringi oleh protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan vaksinasi.

"Saya mohon kerja sama dari semuanya, pelaksanaan vaksin harus sukses. Kalau sukses, insyaallah kita juga akan hidup nyaman, aman, dan kembali pada kehidupan normal," katanya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung per 22 Oktober 2021, pelaksanaan vaksin dosis pertama sudah mencapai 46,12 persen, dosis kedua sebanyak 45,02 persen, dan vaksin dosis ketiga 1,22 persen. (*)

Baca juga: KABAR GEMBIRA, Empat Rumah Sakit Rujukan di Bandung Barat Kini Nol Pasien Covid-19  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved