Hari Santri Nasional

Fraksi Gerindra Ingatkan Pemprov Jabar Realisasikan Perda Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren

Anggota DPRD Jabar, Ali Rasyid, M Sos, menyatakan Perda Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren adalah perda mengenai pesantren pertama di Indonesia

DOK. Pribadi
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ali Rasyid, M.Sos bersama kalangan pesantren. 

ADIKARYA PARLEMEN

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Para santri dan keluarga pesantren tengah berbahagia karena keberadaan dan peran mereka diperingati di Hari Santri Nasional, setiap 22 Oktober. Hari Santri Nasional ini diharapkan menjadi momentum dalam meningkatkan peran mereka di tengah pembangunan bangsa.

Tidak sekadar memperingati Hari Santri Nasional, Pemerintah RI pun sudah menerbitkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, yang disambung dengan Perpres Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2021 tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren. Jabar menjadi daerah pertama di Indonesia yang menerbitkan perda tentang pesantren.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ali Rasyid, M.Sos., menyatakan Perda Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren adalah perda mengenai pesantren pertama di Indonesia yang sudah disahkan, bahkan sudah diundangkan pada tanggal 10 Februari 2021. 

Setelah DPRD Jabar tuntas melakukan pembahasan, katanya, banyak daerah lain yang terinspirasi dan membahas Perda Pesantren, baik di tingkat DPRD provinsi maupun kabupaten/kota.

Tercatat beberapa provinsi, kabupaten, atau kota, yang melakukan studi banding ke DPRD Jabar, di antaranya DPRD Banten, DPRD Riau, DPRD Kabupaten Tasikmalaya, dan DPRD Kota Bekasi.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Ali Rasyid, M.Sos
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Ali Rasyid, M.Sos (Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam)

Ali menekankan, Perda Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren meliputi 12 Bab dan 35 Pasal. Beberapa poin yang menarik di dalam Perda tersebut yaitu terkait Pemberdayaan Pesantren di Pasal 18, yaitu Pemberdayaan Pesantren untuk meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren dan perekonomian masyarakat di lingkungan pesantren.

"Sehingga Pemprov Jabar wajib melakukan fasilitasi peningkatan kapasitas Pesantren dalam rangka menumbuhkembangkan kewirausahaan di lingkungan pesantren, fasilitasi akses permodalan, fasilitasi akses pemasaran produk hasil usaha pesantren, serta fasilitasi kerja sama dan kemitraan," kata Ali di Kantor DPRD Jabar, Minggu (24/10).

Anggota dewan dari Fraksi Gerindra Persatuan ini mengatakan poin berikutnya yang dibahas adalah terkait Afirmasi Pesantren. Tercantum di dalam Pasal 21, yaitu terkait Pemprov Jabar yang wajib memberikan bantuan operasional pesantren, bantuan sarana dan prasarana, bantuan program, dan bantuan lainnya.

"Sampai detik ini peraturan gubernurnya belum keluar, padahal sudah mau satu tahun sejak diundangkan. Saya tidak tahu masalahnya apa. Jangan-jangan karena Covid-19, karena adanya Covid-19 ini membuat Pemprov Jabar kehilangan pendapatan yang cukup signifikan," katanya.

Karenanya, kata Ali, dalam momentum Hari Santri Nasional ini, pihaknya ingin mengingatkan Pemprov Jabar supaya segera mengeluarkan peraturan gubernurnya, sehingga Perda Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren dapat segera direalisasikan.

"Nah dalam momentum Hari Santri ini, saya ingin ingatkan Pemprov supaya segera keluarkan Pergubnya, sehingga Perda Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren dapat segera direalisasikan," katanya.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ali Rasyid, M.Sos.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ali Rasyid, M.Sos. (Dok. Pribadi)

Anggota dewan kelahiran Tasikmalaya, 26 Desember 1986 ini, mengatakan jangan sampai Perda Pesantren ini hanya sebatas gimmick. Rakyat khususnya keluarga besar pesantren di Jabar, kata Ali, membutuhkan realisasi dari perda tersebut.

Upacara Peringatan Hari Santri tingkat Provinsi Jawa Barat sendiri diselenggarakan di lapangan Gasibu Bandung, Jumat (22/10/2021). Dihadiri dengan peserta terbatas dan menerapkan protokol kesehatan, upacara di lapangan Gasibu merupakan pertama kalinya setelah sekian lama ditutup karena Covid-19.

Peringatan hari santri setiap tanggal 22 Oktober ini sangat penting agar bisa terus membawa semangat hubbul wathon minal iman, karena bela negara juga merupakan bagian dari iman.

Resolusi jihad pada 22 Oktober 1945 lalu yang merupakan cikal bakal lahirnya hari santri, menjadi penyemangat saat pertempuran melawan penjajah di Surabaya. Dari Tanah Jabar juga banyak kiai dan santri yang berkorban nyawa membela kemerdekaan Indonesia.

Adapun tema nasional yang diangkat pada Hari Santri Nasional tahun ini yaitu Santri Siaga Jiwa Raga. Tema tersebut bermakna santri di era dulu selalu siaga melawan penjajah dan di masa kini santri harus kuat melawan ideologi-ideologi yang mengancam negara.

Santri siaga jiwa raga juga memiliki arti keteladanan dalam melawan pandemi COVID-19 melalui ketaatan menerapkan protokol kesehatan dan menyukseskan vaksinasi agar bisa kembali normal. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved