Kamis, 28 Mei 2026

Liga 1 2021

Mau Nonton di Stadion? Harus Sudah Divaksin dan Jalani Tes Antigen, Ini Harga Tiket Paling Murah

PSSI dan PT LIB tengah berupaya agar kompetisi Liga 1 2021/2022 bisa disaksikan langsung oleh penonton atau suporter di Stadion.

Tayang:
Editor: Hermawan Aksan
Pemain Persib Bandung Mohammed Rashid merayakan gol ke gawang PS Sleman dengan pemain lain pada laga pekan kedelapan Liga 1 2021-2022 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (22/10/2021) malam. (Tribunnews/Muhammad Nursina) 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA – PSSI dan PT LIB tengah berupaya agar kompetisi Liga 1 2021/2022 bisa disaksikan langsung oleh penonton atau suporter di Stadion.

Namun, upaya untuk mewujudkan itu tidaklah mudah.

Pasalnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah yang memberikan ruang bagi kami untuk coba kompetisi ada penonton,” kata Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, Jumat (22/10/2021).

"Namun, sesuai dengan rapat beberapa kali secara internal dan ke BNPB, ada hal-hal yang memang tidak serta-merta bisa langsung kompetisi ada penonton."

"Pertama, infrastruktur. Ini harus ditata betul karena tidak semua stadion memenuhi standar AFC."

“Kedua, IT, di mana kita akan pakai tiket online. Itu juga kita butuh waktu untuk kerja sama,” katanya.

Selain dua hal itu, pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut juga bakal mengundang perwakilan suporter guna berdiskusi, mencoba atau menerapkan aturan hadirnya suporter di stadion.

Penonton yang hadir di stadion, kata Iwan Bule, salah satu syaratnya harus sudah divaksin dua kali dan menjalani tes antigen sebelum memasuki stadion.

“Kita nanti akan berdiskusi juga dengan perwakilan kelompok suporter."

"Kita coba undang 100 orang kita lihat gimana."

"Pertama yang masuk itu harus sudah divaksin kemudian mereka juga harus tes antigen, itu ketentuannya,” kata Iwan Bule.

 “Antigen harus dilakukan karena pemain juga sebelum masuk stadion mereka diantigen."
"Tentunya ini tidak mudah, tapi ini akan kami komunikasikan dengan stakeholder yang ada,” ujarnya.

Jumat kemarin, PSSI dan PT LIB menggelar pertemuan dengan Menpora Zainudin Amali di Kantor Menpora, Senayan, Jakarta Pusat.

Pertemuan itu membahas evaluasi Liga 1 dan Liga 2 2021 yang tengah berjalan.

Hadir dalam acara ini Waketum PSSI Iwan Budianto, Sekjen Yunus Nusi, Direktur LIB Ahmad Hadian Lukita, dan Direktur Operasional LIB Sudjarno. 

Dari pihak Kemenpora hadir Sesmenpora Gatot S Dewa Broto, Deputi IV Chandra Bhakti, Staf Ahli Kemenpora Uden Kusuma Wijaya, Asisten Deputi Olahraga Prestasi pada Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Surono.

Menurut Iriawan, tahapan pertama yang boleh menonton adalah undangan seperti Satgas Covid-19, Kemenpora, Kemenkes, BNPB, ketua suporter klub, media, dan undangan lainnya.

Iriawan mengatakan, sebelum memutuskan ada penonton, PSSI akan lebih dulu menyiapkan soal infrastruktur, dan IT (teknologi informasi).

Terkait infrastruktur karena tidak semua stadion memiliki standar FIFA dan AFC.

Tidak semua juga stadion single seat dan memiliki nomor bangku.

Sejauh ini yang standar FIFA, single seat dan memiliki nomor di bangku penonton hanya ada di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan I Wayan Dipta, Bali.

Stadion Manahan sudah ada single seat, tetapi belum mempunyai nomor di bangku stadion.

Kemudian PSSI juga akan lebih dulu menyiapkan IT terkait dengan tiket masuk dan lain-lain.

“Ini yang akan kita siapkan dulu. Setelah semua siap baru kita akan diskusikan lebih lanjut dengan Kemenpora, Kemenkes, Satgas Covid, Koordinator PPKM Jawa Bali dan luar Jawa Bali, Kepolisian, BNPB,’’ kata Iriawan.

Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, menyebut harga tiket pertandingan untuk suporter yang mau datang ke stadion.

Khusus untuk tiket harga masuk berkisar Rp1,5 juta hingga Rp250 ribu.

“Kenapa karcis bisa sampai segitu? Karena akan banyak benefit yang didapat penonton,’’ kata Lukita.

Benefit itu di antaranya penonton akan mendapatkan peralatan prokes kesehatan seperti masker, hand sanitizer, kemudian tes antigen, food and beverage, dan lain-lain.

PSSI juga mengimbau tidak semua penonton harus datang ke stadion.

Sebab, selain kapasitas terbatas, lanjutan Liga 1 juga tetap disiarkan oleh televisi dan streaming sehingga bisa dinikmati oleh penikmat sepak bola di mana pun berada.

Soal usulan ini, Menpora Zainudin Amali memahami kesulitan yang akan dihadapi PSSI ketika ada penonton.

Itu sebabnya Menpora berharap harus ada sosialisasi lebih dulu kepada klub dan penonton agar bisa dipahami.

“Ini penting karena dalam situasi new normal ini, menonton di stadion itu tidak seenak ketika keadaan normal.”

“Saat ini harus ada social distancing, memakai masker, harus swab antigen, dan lain-lain,’’ ujar Menpora. (*)

(*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved