Breaking News:

Yana Mulyana: Pelajar yang Terpapar Covid-19 di Kota Bandung Mungkin Bertambah

Yana Mulyana mengatakan, ada banyak faktor yang bisa menjadi pemicu penyebaran Covid-19 setelah PTM kembali digelar.

dok Masjid Salman ITB
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana resmikan Sentra Vaksin 

TRIBUNJABAR.ID, BOGOR- Para kepala daerah diminta lebih ketat dalam mengontrol pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19.

Presiden kembali menegaskan hal itu menyusul mulai terjadinya penularan Covid-19 di kalangan pelajar selama pemberlakuan sekolah tatap muka.

"Kontrol lapangan harus terus dilakukan, utamanya sekarang berkaitan dengan sekolah pembelajaran tatap muka," ujar Jokowi dalam sambutannya saat membuka Apkasi Otonomi Expo 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu, (20/10/2021).

Pengawasan tersebut, kata Presiden, sangatlah penting agar pembukaan kembali sekolah tak justru membuat penyebaran Covid-19 kembali meningkat. 

“(Kasus Covid-19) beberapa negara naik karena pembukaan sekolah. Kita tak mau itu terjadi di negara kita,” ujar Jokowi. "Saya minta kewaspadaannya tinggi."

Seorang santri asal Binjai, Sumatera Utara, membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) tertawa dengan pernyataannya, Selasa (31/8/2021).
Seorang santri asal Binjai, Sumatera Utara, membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) tertawa dengan pernyataannya, Selasa (31/8/2021). (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Sebelumnya diberitakan, sejumlah pelajar di sejumlah daerah terpapar Covid-19 setelah pemerintah membolehkan kembali pelaksanaan PTM.

Baca juga: Vaksinasi di Jabar Terus Dipercepat, Wagub Jabar: Siswa Senang PTM, Jaga Prokes di Sekolah

Di Solo, PTM berujung pada terjadinya lima klaster penyebaran Covid-19. Di Kota Bandung, 14 siswa dari berbagai sekolah dipastikan terpapar dan masih sangat mungkin bertambah karena belum semua sampel yang diperiksa diketahui hasilnya.

Pada Jumat (15/10/2021), 1.578 siswa dari sejumlah sekolah di Kota Bandung mengikuti tes PSC yang dilakukan secara acak. Dari jumlah tersebut baru 348 sampel yang diketahui hasilnya: 14 positif.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung, Rosye Arosdiani, meyebut ke-14 siswa yang terpapar itu berada di semua tingkatan. Mulai dari SD, SMP dan SMA.

Menyusul diketahuinya kondisi belasan pelajar yang terkonfirmasi posistif pasca-tes PCR pertengahan Oktober, DPRD Kota Bandung mendesak Pemkot Bandung untuk secepatnya menunda kembali pelaksanaan PTM terbatas.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved