Breaking News:

Pengakuan Karyawan Pinjol, Tagih Utang dengan Ancaman hingga Video Asusila, Dapat Komisi Bila Sukses

Para karyawan perusahaan pinjol ilegal itu kerap menagih utang menggunakan ancaman, bahasa kasar, hingga penyebaran video porno ke media sosial korban

DOK. Kolase @mbak_nunik
ILUSTRASI - Kolase tangkapan layar unggahan Wagub Lampung Chusnunia Chalim atau Mbak Nunik yang diteror dua pinjol sekaligus. 

TRIBUNJABAR.ID - Perusahaan pinjaman online (pinjol) kini sedang menjadi sorotan usai banyak masyarakat yang menjadi korban.

Pihak kepolisian pun terus memburu perusahaan-perusahaan pinjol ilegal yang kian marak.

Salah satu perusahaan pinjaman online yang digerebek polisi adalah perusahaan pinjol di Cengkareng, Jakarta Barat.

Baca juga: Pengalaman Buruk Warga Garut Berurusan dengan Pinjol Ilegal, Diancam Akan Dibunuh oleh Penagih

Dilansir dari Kompas.com, pegawai perusahaan pinjol di Cengkareng tersebut mendapatkan komisi 12 persen tiap kali sukses menagih utang.

"Jadi mereka kenapa getol lakukan penagihan, ternyata karena ada bagian untuk dia sendiri sebanyak 12 persen," kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Hariyanto, Selasa (19/10/2021).

Bahkan para karyawan perusahaan pinjol ilegal itu kerap menagih utang menggunakan ancaman, bahasa kasar, hingga penyebaran video porno ke media sosial korban.

Polisi pun kini telah menetapkan 6 karyawan di kantor pinjol itu sebagai tersangka.

Keenam tersangka itu berinisial IK sebagai penagih (collection desk), JS sebagai "leader", NS selaku supervisor, RRL sebagai penagih, HT sebagai "leader" dan MSA sebagai "reporting".

"Keenam orang ini kita naikkan status jadi tersangka dan dilakukan penahanan sejak tanggal 14 Oktober kemarin," kata Setyo.

Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan pasal berlapis, yaitu Pasal 29 juncto Pasal 4 Ayat 1 UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 27 Ayat 4 Undang-Undang ITE.

Baca juga: Bos Pinjol yang Ditangkap Polda Jabar Mengaku, Suruh Debt Collector Mengancam Saat Tagih ke Nasabah

Halaman
12
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved