Liga 1 2021

Mantan Pelatih Persib Ini Prihatin terhadap Kinerja Wasit, ''Kita Bangun Sepak Bola, tapi . . .''

Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman, mengaku kecewa atas kepemimpinan wasit saat timnya dikalahkan PSIS Semarang dengan skor 0-1.

Editor: Hermawan Aksan
Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman. 

TRIBUNJABAR.ID - Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman, mengaku kecewa atas kepemimpinan wasit saat timnya dikalahkan PSIS Semarang dengan skor 0-1.

Pada laga yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Rabu (20/10/2021) itu, Djadjang menilai wasit telah memberikan keputusan yang merugikan timnya.

Keputusan yang dianggap merugikan itu terjadi di babak pertama.

Semua bermula ketika Bagas Kaffa melakukan tusukan pada menit ke-17.

Sebelum bisa melakukan tendangan, Bagas dijatuhkan oleh pemain PSIS Rio Saputro di dalam kotak penalti.

Akan tetapi, wasit tidak memberikan hadiah penalti meski telah menilai bahwa Rio melakukan pelanggaran.

Setelah berkomunikasi dengan asisten wasit, diambillah keputusan bahwa Barito Putera hanya memperoleh tendangan bebas.

Dari tayangan ulang pun terlihat jelas bahwa Bagas dilanggar di dalam kotak penalti PSIS.

Karena itu, seharusnya Barito Putera sangat layak mendapatkan hadiah penalti.

Setelah pertandingan berakhir, rasa kecewa tak bisa disembunyikan oleh Djadjang.

"Semua sudah melihat di televisi, saya juga sepintas juga sudah membaca komen bahwa kami dirugikan," kata Djadjang, Rabu (20/10/2021).

"Harusnya kami dapat penalti di babak pertama."

"Tapi enggak tahu alasan wasit malah tidak penalti," ujarnya.

Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman, sedang memantau para pemainnya saat melawan Persib Bandung dalam pekan pertama Liga 1 2021 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, 4 September 2021.
MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM
Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman, sedang memantau para pemainnya saat melawan Persib Bandung dalam pekan pertama Liga 1 2021 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, 4 September 2021.
 

Selain kecewa, Djadjang juga mengaku prihatin.

Pria yang sering disapa Djanur itu menyayangkan masih ada saja tim yang harus dirugikan akibat kesalahan wasit dalam mengambil keputusan.

"Ya, itulah, kami sudah berusaha membangun sepak bola, tapi masih begini kepemimpinan wasit kita," ucap Djadjang.

"Saya cukup prihatin," tuturnya. (*)

Sumber: BolaSport.com
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved